Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kecanduan Video Game Bisa Picu 5 Penyakit Ini

Kecandua game dapat menyebabkan beberapa masalah kejiwaan seperti kecemasan, depresi, dan perubahan suasana hati.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 September 2020  |  13:43 WIB
Seseorang yang candu permainan game melalui smartphone dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam/Ilustrasi pemain gim mobile - Samsung.com
Seseorang yang candu permainan game melalui smartphone dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam/Ilustrasi pemain gim mobile - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah ancaman virus corona, para orang tua juga tengah khawatir dengan ancaman kecanduan game online pada anak-anak mereka.

Ya, sejak adanya pembatasan sosial, anak-anak jadi lebih sering bermain game online di rumah, hingga lupa dengan tugas-tugas sekolahnya. Bahkan sebelum tidur pun mereka masih memainkan game tersebut.

Boleh saja bermain game untuk menghilangkan penat, namun jika berlebihan hingga kecanduan tentu ada dampak buruk bagi kesehatan anak itu sendiri.

Melansir dari Boldsky, Selasa (8/9/2020), kecanduan video game adalah jenis kecanduan komputer atau internet yang mengacu pada penggunaan video game online atau offline yang berlebihan yang mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Game online biasanya menyenangkan dan menghibur. Mereka dikembangkan dari aspek peningkatan keterampilan kognitif, imajinatif, dan kolaboratif.

Menjadi kecanduan game online ketika seseorang mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk mereka daripada melakukan tugas penting lainnya.

Penyebab kecanduan game dapat dikaitkan dengan gangguan kejiwaan (kecemasan, depresi, dan harga diri rendah) atau kelainan bentuk hormon di otak.

Meskipun kecanduan game adalah masalah nyata dan gejalanya sering dikaitkan dengan penyakit mental, kecanduan game belum dikenali sebagai gangguan mental dalam skala manual diagnostik dan statistik gangguan mental, yang merupakan seperangkat kriteria yang digunakan oleh profesional medis untuk mendiagnosis gangguan mental.

Berikut adalah daftar konsekuensi akibat kecanduan game :

1. Obesitas

Ketika seseorang menghabiskan waktu berjam-jam untuk duduk atau berbaring dan bermain game, risiko obesitas meningkat karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Aktivitas fisik mereka menjadi kurang dan asupan makanan meningkat, terlepas dari selera makannya. Hal ini menyebabkan mereka menjadi obesitas yang meningkatkan risiko penyakit metabolik lain seperti diabetes atau masalah jantung.

2. Penyakit mata

Kontak yang terlalu lama dengan layar komputer atau ponsel dapat menyebabkan masalah mata atau penglihatan seperti mata kering, penglihatan kabur, kelelahan mata, atau kerusakan pada saraf mata. Walaupun gejalanya akan berkembang secara perlahan, namun dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada mata kita dan juga dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

3. Nyeri muskuloskeletal

Nyeri muskuloskeletal mengacu pada nyeri pada saraf, tulang, otot, ligamen atau tendon. Bahu, punggung, dan leher sangat terpengaruh karena banyak orang cenderung duduk atau berbaring dalam satu posisi dalam waktu lama saat bermain game.

4. Insomnia

Orang yang kecanduan video game sering kali kehilangan kesadaran akan waktu. Hal ini mempengaruhi kualitas tidur mereka dan menyebabkan banyak masalah tidur seperti insomnia dan kurang tidur. Seperti yang kita ketahui bahwa jumlah tidur yang cukup (7-8 jam) diperlukan untuk berfungsinya otak keesokan harinya.  Kurang tidur karena kecanduan game dapat menyebabkan banyak masalah kognitif dan mental.

5. Masalah kejiwaan

Video game adalah aktivitas santai tetapi kecanduannya dapat menyebabkan beberapa masalah kejiwaan seperti kecemasan, depresi, perubahan suasana hati, dan perilaku kompulsif. Beberapa penelitian mengatakan bahwa orang dengan harga diri rendah atau mereka yang mencari isolasi menemukan hiburan dalam video game. Namun, ketika mereka kecanduan game, risiko kesehatan psikologis meningkat dan membawa mereka ke masalah mental lainnya.

Masalah lain yakni masalah perilaku jangka panjang. Ini termasuk pikiran agresif (karena permainan kekerasan), masalah kemarahan (saat diganggu di tengah permainan) dan perjudian.

Kemudian kehidupan sosial yang buruk. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk game online mengurangi interaksi kehidupan nyata di antara orang-orang yang dapat menyebabkan kehidupan sosial yang buruk atau isolasi. Masalah hubungan: Video game online dapat menyebabkan masalah hubungan saat orang memprioritaskan kebiasaan bermain game mereka daripada keluarga, teman, atau kerabat.

Selanjutnya kinerja akademis yang buruk. Karena kecanduan bermain game lebih tinggi di antara anak-anak, hal itu dapat menyebabkan kegagalan kinerja akademis mereka yang dapat memengaruhi hasil mereka di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game obesitas sakit jiwa
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top