Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perum PFN Tantang Sineas Buat Film Pendek Bertemakan Nasionalisme

Ada berbagai cara untuk memaknai nasionalisme di hari kemerdekaan, salah satunya adalah melalui media film pendek.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 September 2020  |  13:41 WIB
Ilustrasi film - Dribbble
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA -- Hari kemerdekaan kerap diperingati dengan upacara bendera dan berbagai kegiatan lomba, namun ketika kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk berkumpul, kita dituntut untuk lebih kreatif.

Ada berbagai cara untuk memaknai nasionalisme di hari kemerdekaan, salah satunya adalah melalui media film pendek.

Perum Produksi Film Negara (PFN) menantang para sineas nasional untuk menyajikan perspektif mereka terkait nasionalisme dalam format film pendek berdurasi tiga menit.

Lomba Film Pendek 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan sepanjang Juli-Agustus ini disambut antusias oleh 52 peserta yang mengirimkan hasil karya mereka dan terpilih 23 finalis.

Seluruh karya yang masuk kemudian diseleksi oleh dewan juri yang terdiri dari Stafsus Kemenparekraf Bidang Digital dan Industri Kreatif Ricky Joseph Pesik, Direktur Utama Perum Produksi Film Negara Judith Dipodiputro, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, serta dua sineas Eugene Panji dan Irfan Ramli.

"Antusiasme peserta yang menghasilkan film luar biasa ini sebagai pengingat bahwa nasionalisme masih ada di jiwa kita semua," tutur Judith Dipodiputro.

Ada empat kategori pemenang yang disampaikan pada malam penghargaan lomba film pendek yang berlangsung pada, Kamis (10/9), itu.

Antara lain, kategori Film Pilihan Publik Terbaik yang dimenangkan oleh Aulia Asad Aroma dengan karyanya berjudul "Tiang Bendera" dan Film dengan Cerita atau Skenario Terbaik yang dimenangkan oleh M. Rizal Hanun dengan karya berjudul "Bunga unuk Pejuang".

Pada kesempatan ini, Ricky Josep Pesik selaku ketua dewan juri menyampaikan bahwa setiap karya yang mereka terima memiliki kualitas yang bagus, bahkan menjadikan proses penentuan pemenangnya sangat alot.

Kelima juri melihat bahwa dari kualitas yang diperlihatkan oleh para finalis, ada potensi yang sangat menjanjikan untuk bisa berkembang di masa depan. Apalagi, sangat umum bagi sineas sukses, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk merintis kiprah dan karir mereka dari film pendek.

"Ini bisa jadi batu loncatan bagi mereka yang ingin mengeksplor lebih jauh minat dan keahlian mereka untuk menggarap film," ujar Ricky.

Adapun, film pendek berdurasi 3 menit 10 detik karya Nazri Fahmi Sitompul berjudul "Merawat Ingatan" berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni untuk Film dengan Sinematografi Terbaik dan penghargaan Film Terbaik.

Menurut penulis skenario yang ikut menyeleksi karya para finalis, Irfan Ramli mengungkapkan bahwa masing-masing sineas dengan karyanya berupaya menunjukkan makna nasionalisme dari sudut pandang yang berbeda, di mana ketiga pemenang memberikan kesan memiliki karakter unik.

"Mereka mampu menyampaikan gagasan secara visual bahkan dengan durasi yang terbatas," ujar Irfan yang akan memulai debutnya sebagai sutradara pada film "Generasi 90an: Melankolia".

Untuk film "Tiang Bendera", misalnya, sang kreator ingin menyentil kondisi sosial yang sering dia temui terkait rendahnya apresiasi atau bahkan meremehkan momentum hari kemerdekaan dengan antusiasme yang rendah untuk sekadar mengibarkan bendera pada 17 Agustus.

Atau film "Bunga unuk Pejuang" yang menyiratkan makna dengan surprise factor pada cerita seorang bapak yang berkeliling kota mencari makam mendiang ayahnya yang merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

Lain lagi dengan "Merawat Ingatan" yang dengan apik mengemas bagaimana seseorang memaknai hari kemerdekaan dan nasionalisme di tengah kondisi yang tidak memungkinkan bagi kita untuk melaksanakan upacara bendera seperti biasanya.

"Cerita ini merupakan pengalaman satu kawan yang keturunan veteran. Di sini kami ingin menceritakan makna 17 Agustus bagi setiap orang dan kami ingin mengangkat kisah kemerdekaan itu melalui karakter seorang janda veteran," ungkap Nazri yang mewakili seluruh tim produksi pada acara penghargaan lomba ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film sineas indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top