Ilustrasi-Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020)./Antara-Ari Bowo Sucipto
Health

Ini Sebabnya Kondisi Pasien Covid-19 Bisa Kritis

Desyinta Nuraini
Rabu, 30 September 2020 - 15:02
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti mencatat ada beberapa kelompok rentan pasien Covid-19 yang bisa mengalami gejala parah saat terinfeksi virus ini.

Dari 439.000 kasus Covid-19 di Inggris, penelitian melaporkan bahwa 14 persen diantaranya dalam kondisi parah seperti mengalami pneumonia serius dan sesak napas. 

Sementara itu, 5 persen pasien dipastikan mengembangkan komplikasi seperti gagal napas, syok septik, dan kegagalan multi-organ dan dikenal sebagai kasus kritis yang berpotensi mengakibatkan kematian. Sekitar 2,3 persen dari kasus yang dikonfirmasi memang mengakibatkan kematian.

Para peneliti lantas melihat penyebab kondisi parah hingga kritis tersebut. Dari studi yang dilakukan, mereka melihat bagaimana susunan genetik seseorang dapat mempengaruhi seberapa parah mereka dipengaruhi oleh virus.

Dr Anthony Cardillo mengatakan para peneliti telah memetakan genom manusia dan sekarang penelitian menemukan bahwa mereka yang mengembangkan gejala yang lebih parah memiliki lebih banyak mutasi di area genom yang mengontrol respons imun.

“Jadi, jika para ilmuwan dapat menentukan sebelumnya orang mana yang mungkin lebih rentan terhadap virus, itu dapat membantu meningkatkan perlindungan mereka," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Rabu (30/9/020).

Data terbaru dari China yang berasal dari analisis terhadap hampir 45.000 kasus yang dikonfirmasi, dan secara keseluruhan menunjukkan bahwa orang yang paling mungkin mengembangkan kondisi Covid-19 yang parah adalah mereka yang sudah menderita penyakit bawaan dan lansia.

Sementara kurang dari 1 persen orang yang dalam keadaan sehat meninggal karena penyakit tersebut, tingkat kematian orang dengan penyakit kardiovaskular adalah 10,5 persen. Angka itu 7,3 persen untuk penderita diabetes dan sekitar 6 persen untuk penderita penyakit pernafasan kronis, hipertensi, atau kanker.

Para penyelidik mengaitkan risiko Covid-19 terkait usia dengan cara sistem kekebalan berubah selama bertahun-tahun. Contohnya termasuk perbedaan pria-wanita dalam respon imun.

Beberapa ilmuwan sedang menyelidiki variasi genetik yang mungkin meningkatkan kerentanan, yang lain menyoroti faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi yang meningkatkan risiko, termasuk rasisme.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature, faktor-faktor yang terkait dengan kematian akibat Covid-19 diselidiki lebih lanjut. Studi yang dilakukan atas perintah NHS Inggris menciptakan OpenSAFELY, platform analisis kesehatan yang aman, mencakup 40 persen dari semua pasien di Inggris dan menyimpan data pasien dalam pusat data yang ada dari vendor utama catatan kesehatan elektronik perawatan primer.

Disebutkan bahwa kematian terkait Covid-19 dikaitkan dengan usia laki-laki yang lebih tua dan kekurangan (keduanya dengan gradien yang kuat); diabetes, asma parah, dan berbagai kondisi medis lainnya. Dibandingkan dengan etnis kulit putih, orang kulit hitam dan Asia Selatan berisiko lebih tinggi, bahkan setelah penyesuaian untuk faktor lain.

"Usia dan jenis kelamin adalah faktor risiko mapan untuk hasil Covid-19 yang parah. Lebih dari 90 persen kematian terkait Covid-19 di Inggris terjadi pada orang di atas 60 tahun, dan 60 persen pada pria," tulis penelitian tersebut.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro