Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Merawat Wajah Anti Jerawat Selama Pandemi

Acne fighter kerap menjadi korban body shaming akibat jerawat yang mereka derita. Pada Gen Z persentasenya mencapai 42,6%, sedangkan pada Gen Milenial 35,8%.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  08:04 WIB
Ilustrasi - acnetreatmentshq
Ilustrasi - acnetreatmentshq

Bisnis.com, JAKARTA - Jerawat adalah masalah kulit wajah abadi yang mungkin pernah dialami semua orang.

Mereka yang mengalami masalah ini, pasti sudah mencoba berbagai macam skincare dan perawatan. Tak jarang, para acne fighter seringkali dibuat tak percaya diri, stres, hingga putus asa.

ZAP Beauty Index 2020, survei kecantikan terhadap 6.460 wanita di seluruh Indonesia yang dilakukan ZAP Clinic, menemukan bahwa acne fighter kerap menjadi korban body shaming akibat jerawat yang mereka derita. Pada Gen Z persentasenya mencapai 42,6%, sedangkan pada Gen Milenial 35,8%.

 “Persentasenya tinggi pada Gen Z karena jerawat merupakan masalah wajah utama yang dihadapi remaja. Pada masa pubertas produksi hormon androgen yang tinggi akan memicu produksi kelenjar minyak berlebih. Minyak-minyak ini dapat menutup pori-pori kulit wajah dan berpotensi menimbulkan jerawat,” kata Head of Medical and Training ZAP Clinic dr. Dara Ayuningtyas.

Jerawat di Masa Pandemi

Walaupun sedang stay at home, para acne fighter harus tetap waspada. Mungkin intensitas berhadapan dengan panas matahari langsung atau debu polusi berkurang seiring dengan minimnya mobilitas. Namun, keadaan pandemi Covid-19 ini rentan memicu stres akibat perubahan pola hidup, interaksi sosial yang terbatas, hingga rasa cemas dan khawatir dengan segala ketidakpastian di masa depan.

 “Saat stres, tubuh kita akan merespon dengan memproduksi lebih banyak hormon kortisol yang juga akan memicu produksi hormon androgen. Perpaduan kedua hormon yang bekerja lebih aktif ini akan dengan mudah memicu inflamasi pada kulit wajah,” terang dr. Dara.

 Hal ini dapat diperparah jika pola tidur dan pola makan mengalami perubahaan signifikan. Kualitas tidur yang buruk atau sering begadang turut memicu produksi hormon kortisol. Tidur malam selama 7-8 jam dibutuhkan agar kulit dapat beregenerasi memproduksi sel-sel baru untuk menggantikan yang rusak. Sementara itu, pada saat tubuh stres, biasanya dorongan untuk mengkonsumsi makanan manis dan berkarbohidrat tinggi akan cenderung meningkat. Keduanya dapat menyebabkan kadar insulin dalam tubuh menjadi tinggi dan memicu aktivitas hormon androgen.

Selain itu, penggunaan masker ternyata dapat berkontribusi atas timbulnya jerawat. Hal ini tengah populer dengan istilah maskne yang merupakan gabungan dari kata mask dan acne. 

Menurut dr. Dara Ayuningtyas, maskne timbul karena kondisi panas dan lembab yang terjadi di area wajah yang tertutup masker. Ditambah lagi dengan gesekan dan tekanan selama menggunakan masker.  Akibatnya, sumbatan pada kelenjar minyak dapat terbentuk dengan mudah dan pada akhirnya menyebabkan jerawat. Hal ini dapat semakin diperparah jika kondisi kulit wajah cenderung berminyak.

Tips Rawat Jerawat saat Pandemi

Menjaga agar jerawat tidak semakin parah selama pandemi, mulailah dengan perawatan dari dalam tubuh. Kurangi makanan yang dapat memicu tumbuhnya jerawat seperti produk dairy, daging merah, makanan cepat saji, berminyak, dan berlemak. Konsumsi lebih banyak buah, sayur dan air putih minimal delapan gelas sehari. Tak lupa, lakukan olahraga rutin untuk mengurangi stres dan imbangi dengan tidur 7-8 jam setiap harinya.

Ketika memilih skincare, pilih produk dengan kandungan niacinamide dan salicylic acid yang bermanfaat untuk membersihkan kotoran, minyak dan sel kulit mati. Jangan terlewat untuk menggunakan produk pelembab agar produksi minyak di kulit tetap terkontrol. Kamu bisa memilih produk dengan kandungan utama hyaluronic acid, green tea, witch hazel atau centella asiatica.

Mencegah maskne, pilih masker yang tepat untuk digunakan sehari-hari. Pilih bahan katun agar kulit tak susah ‘bernafas’ dan lapisi dengan tisu untuk mencegah kotoran menempel langsung pada kulit. Sebaiknya hindari penggunaan make up yang tebal saat menggunakan masker agar tidak menyumbat pori-pori wajah. Pastikan pula untuk mengganti masker setelah empat jam atau apabila kotor, basah atau bau.

"Untuk memaksimalkan skincare, kamu juga bisa mencoba perawatan ZAP Photo Facial Acne. Perawatan berbasis laser ini menggabungkan tiga teknologi unggulan ZAP yaitu Active Acne Laser, Acne Rejuvenation, dan Oxy Infusion. ZAP Photo Facial Acne ditujukan untuk melawan jerawat secara intensif dengan mengurangi produksi kelenjar minyak, mengurangi peradangan jerawat dan kemerahan pada kulit, dan membunuh bakteri bekas jerawat," paparnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klinik jerawat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top