Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bill Gates : Negara-negara Kaya Akan Pulih dari Pandemi Corona Akhir 2021

Pada akhir tahun depan Anda dapat melihat segalanya kembali mendekati normal tetapi itu merupakan kemungkinan terbaik
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  12:14 WIB
Bill Gates - Istimewa
Bill Gates - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Microsoft Bill Gates menyatakan negara-negara kaya dapat kembali hidup normal pada akhir 2021 jika vaksin COVID-19 efektif, tersedia dan didistribusikan dengan baik dalam skala besar.

“Pada akhir tahun depan Anda dapat melihat segalanya kembali mendekati normal tetapi itu merupakan kemungkinan terbaik,” ujar Gates kepada Dewan CEO The Wall Street Journal seperti yang dikutip dari foxbusiness.com.

“Kami masih belum tahu apakah vaksin ini akan berhasil. Sekarang kapasitas produksi akan membutuhkan waktu untuk ditingkatkan. Jadi, alokasi di Amerika Serikat serta negara bagiannya dan negara lain akan menjadi poin perdebatan paling penting,” tambahnya

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dengan BioNTech dan AstraZeneca dengan Oxford University adalah dua kandidat paling terdepan dalam perlombaan mendapatkan persetujuan regulasi.

Kepala dari World Health Organization mengatakan pada hari Selasa (6 Oktober) bahwa vaksin melawan Covid-19 mungkin siap pada akhir tahun ini.

Bill Gates, melalui Bill & Melinda Gates Foundation bulan lalu menandatangani perjanjian dengan 16 perusahaan farmasi, untuk meningkatkan kecepatan produksi vaksin.

Perlombaan Vaksin

Rusia telah mendorong vaksin COVID-19 dengan vaksinasi publik massal yang berdampingan dengan uji coba utama pada manusia, meningkatkan kekhawatiran di antara beberapa pengamat bahwa mereka memprioritaskan prestise nasional daripada sains dan keamanan kesehatan yang solid.

“Kami juga sedang berbicara dengan Rusia dan China,” kata Gates. “Tak satu pun dari vaksin mereka yang berada dalam uji coba Fase III yang didampingi oleh regulator yang berkompeten.”

Gates mengatakan bahwa dari sudut pandang ilmiah, vaksin Rusia dan China adalah proyek yang benar-benar valid, tetapi tidak adanya studi Fase III yang berkompeten dapat membatasi daya tariknya di luar negara masing-masing.

“Perusahaan Barat lebih maju dalam melakukan studi Fase III ini dan jika hasilnya bagus dan ditawarkan dengan biaya rendah, saya ragu akan ada banyak vaksin Rusia atau China yang beredar di luar negara-negara tersebut,” ujar Gates.

Gates menambahkan bahwa di Amerika Serikat orang harus memikirkan cara untuk mengurangi keraguan tentang memiliki vaksin COVID-19 ketika sudah siap.

Gates juga menyebutkan jika negara yang dianggap paling sukses menyeimbangkan antara ekonomi dan kesehatannya adalah Korea Selatan, dan Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bill gates pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top