Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Menghilangkan Efek Gas Air Mata

Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat Anda mencucinya. Jika kontaminasi cukup parah, maka masukkanlah pakaian ke plastik dan buang.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  07:55 WIB
Seorang pria menuangkan cairan medis di hadapan seorang demonstran yang terkena dampak gas air mata selama berlangsungnya protes anti-pemerintah di Nassiriya, Irak 26 Januari 2020. - Reuters
Seorang pria menuangkan cairan medis di hadapan seorang demonstran yang terkena dampak gas air mata selama berlangsungnya protes anti-pemerintah di Nassiriya, Irak 26 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk membubarkan aksi demonstrasi, biasanya  polisi akan menembakkan gas air mata secara melambung ke atas, agar tepat jauh ke demonstran.

Tak bisa dipungkiri gas air mata menjadi senjata yang  ampuh bagi polisi untuk membubarkan dan mengontrol situasi. Saat gas air mata ditembakkan, tanpa disadari demonstran sudah terkena gas tersebut.

Bahkan sebagian demonstran juga terkena gas air mata tanpa disadari. Gas air mata mengandung bahan aktif, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS).

Lakukan beberapa langkah di bawah ini, jika Anda terpapar gas air mata:

1. Minimalkan gas air mata yang terhirup

Jika ada gas air mata di dekat Anda, usahakan untuk meminimalkan gas yang terhirup. Tutup rapat-rapat hidung dan mulut Anda, lalu segera lari ke tempat aman yang jauh dari lokasi penembakan gas air mata. Jika kebetulan Anda membawa masker, segera kenakan.

Jangan ragu untuk minta pertolongan pertama kepada petugas kesehatan yang sedang bertugas di lapangan apabila Anda mengalami sesak napas.

2. Basuh pakaian dan bagian tubuh yang terkena gas air mata

Setelah Anda menjauh dari lokasi ditembakkannya gas air mata, periksa pakaian dan tubuh Anda. Jika pakaian atau kulit Anda terkena gas air mata, segera basuh dengan air bersih dan sabun. Cara ini dapat melindungi Anda dan orang sekitar dari kontaminasi gas air mata yang menempel di baju dan badan Anda.

Jika gas mengenai mata, segera basuh dengan cara mengaliri air bersih ke mata selama 10-15 menit. Hindari menggosok mata agar tidak bertambah perih. Jika Anda mengenakan lensa kontak, lepas dan jangan menggunakannya kembali.

Sedangkan jika Anda mengenakan kacamata, basuhlah dengan air dan sabun hingga bersih sebelum digunakan kembali.

3. Ganti pakaian

Pakaian yang terkena gas air mata harus segera dilepas dan diganti. Khusus untuk baju yang dilepas melewati kepala, dianjurkan untuk mengguntingnya.

Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh bagian yang terkena gas air mata.

Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat Anda mencucinya. Jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan, masukkan pakaian tersebut ke dalam plastik, kemudian buang ke tempat pembuangan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

4. Mandi

Segera mandi untuk membersihkan tubuh Anda dari sisa-sisa gas air mata yang mungkin masih menempel di kulit. Bilas seluruh tubuh, termasuk rambut, menggunakan air dari pancuran atau shower. Jangan mandi dengan cara berendam, untuk menghindari kontaminasi lanjutan dari gas air mata yang bercampur dengan air bathtub.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asap demonstran gas air mata

Sumber : Alodokter

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top