Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Fakta, Benarkah Luka Tidak Boleh Ditutup?

dr Adisaputra Ramadinara, Certified Wound Specialist Physician mengatakan bahwa orang tidak perlu mengetahui banyak luka dan berbagai macam perawatannya karena tidaklah penting.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:09 WIB
Ilustrasi luka
Ilustrasi luka

Bisnis.com, JAKARTA — Luka adalah hal yang banyak ditemukan oleh orang tua, karena anak-anak yang tidak berhenti beraktifitas.

Terkadang anak jatuh atau bahkan terkena gesekan yang mengakibatkan luka, ada beberapa mitos terkait luka. Cek faktanya

dr Adisaputra Ramadinara, Certified Wound Specialist Physician mengatakan bahwa orang tidak perlu mengetahui banyak luka dan berbagai macam perawatannya karena tidaklah penting.

“Yang perlu diketahui dari luka adalah ada dua kelompok besar yakni luka akut dan luka kronik. Luka akut terjadi pada individu usehat yang lukanya akan sembuh sendiri dengan perawatan rumahan. Sementara, luka kronik terjadi pada orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan lainnya, yang penanganan lanjutannya dibawa ke rumah sakit,” tuturnya dalam webinar Hansaplast, Senin (12/10/2020).

Ada pula beberapa mitos yang perlu dijelaskan kembali kebenarannya:

1. Semakin perih obat diberi luka maka pengobatan berhasil

Jawabannya adalah tidak selalu, kandungan dari obat cenderung iritatif jadi tambah perih itu yang membuat anak kecil trauma. Dalam dunia medis memilih mencuci luka dengan cairan tidak berwarna untuk bisa melihat tingkat keparahan dari lukanya.

2.Luka basah tidak boleh ditutup karena akan susah sembuh

Kelembapan itu penting, ada penelitian yang mengatakan bahwa luka yang lembab karena ditutup sembuh lebih cepat dibandingkan yang dibiarkan kering. Karena kalau kering bisa terhambat penyembuhannya dan bakteri bisa tumbuh.

“Luka yang kering itu ditandai dengan adanya bercak hitam atau koreng. Kalau sudah kering bisa digunakan salep khusus untuk melembabkan luka kering. Karena luka kulitnya rusak kita mau lukanya lembab dioleskan salep yg aman dan khusus untuk luka agar penyembuhannya optimal,” katanya.

3. Menggunakan plester luka cukup sekali sampai sembuh

Plester digunakan supaya bakteri tidak masuk dan luka tetap terjaga dan lembab. Ada beberapa hal yang menjadi alasan plester diganti secara rutin, misalnya plester yang digunakan lebih mudah basah karena air maka plester bisa diganti lebih sering.

Plester yang sudah kotor juga bisa diganti, tapi idealnya kalau aktifitasnya normal, cukup diganti sehari dua kali sehabis mandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terluka parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top