Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bercocok Tanam Bisa Ciptakan Kesehatan Mental

Ketika melihat pertumbuhan tanaman dari hari ke hari atas usaha sendiri, Anda dapat memberikan perasaan bahagia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:11 WIB
Pekerja merawat tanaman hidroponik bayam merah di Serua Farm Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/6/2020). Pada masa pandemi Covid-19 permintaan sayur tanaman hidroponik mengalami kenaikan hingga 200 persen yang dijual secara daring dan melalui supermarket. ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal
Pekerja merawat tanaman hidroponik bayam merah di Serua Farm Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/6/2020). Pada masa pandemi Covid-19 permintaan sayur tanaman hidroponik mengalami kenaikan hingga 200 persen yang dijual secara daring dan melalui supermarket. ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA -- Bercocok tanam dalam rumah ternyata bisa sangat membantu Anda dalam menekan stres dan menjaga kesehatan mental di tengah pandemi.

Psikolog Lusiana Bintang Siregar menyatakan, strea merupakan reaksi tubuh saat menghadapi tekanan, ancaman, maupun perubahan hidup. Stres juga bisa terjadibsaat kita menuntut diri terlalu ideal sementara kita tidak sabar melalui proses.

Ketika stres berlebihan dan tidak bisa terkontrol, lanjut Lusiana, maka akan menimbulkan gangguan kesehatan mental. Dalam hal ini, kegiatan bercocok tanam bisa menjadi terapi yang baik.

"Kegiatan bercocok tanam melatig diri untuk lebih bisa menikmati proses dari mulai menyiapkan bibit, menyiangi, memupuk, menyiram, dan mrlihat hasil tumbuhan," ujar Lusiana kepada Bisnis, Selasa (13/10/2020).

Bercocok tanam juga diakui oleh Lusiana bisa memberikan efek emosi bahagia. Pasalnya, saat stres, seseorang lebih sensitif, mudah marah, dan kesal. Dalam bercocok tanam, ketika melihat pertumbuhan tanaman dari hari ke hari atas usaha sendiri, dapat memberikan perasaan bahagia, disamping perasaan negatif yang sudah ada akibat stres.

"Dengan begitu emosi lebih seimbang," sambungnya.

Hal ini juga diaminkan oleh Siti Soraya Cassandra, Co-Founder Kebun Kumara. Sandra yang merupakab lulusan Psikologi Universitas Indonesia dan University of Queensland ini memang punya ketertarikan bertani. Dia mempelajari relasi positif dari bertani atau berkebun bagi kesehatan mental dan kebahagiaan manusia.

“Saya saja misalnya, masyarakat kota yang sudah terputus dengan alam. Saya tak tahu mengelola sampah, siklus alam, maka saya mulai berkebun saja,” kata Sandra.

Sandra dan tim lalu mulai menyulap Kebun Kumara yang berlokasi di Pulau Situ Gintung, Ciputat sebagai kebun belajar, dimana siapapun bisa datang ke lahan seluas 1,5 hektare ini menjadi media belajar berkebun, merawat tanaman, sampai belajar membuat kompos.

Tak heran jika semangat urban farming dia tularkan tak hanya dengan menanam tetapi juga membuka workshop terbuka umum. Kini Kebun Kumara juga membuat kurikulum bagi peserta workshop dari lembaga pendidikan. Kurikulum pun dibuat sesuai kebutuhan siswa, baik dari SD sampai SMA.

Hal itu dilakukan karena petani di Indonesia terancam tak ada regenerasi. Adanya stigma yang kuat petani tidak sukses, termasuk dengan tontonan yang masuk ke desa bahwa menjadi petani tidak keren.

Stigma yang menguat di pedesaan itu juga cukup kuat terjadi di perkotaan. Dia mengaku, seringkali menjumpai peserta workshop yang menilai pekerjaan petani tidaklah keren. Atau, punya perasaan jijik saat bercocok tanam karena melihat tanah sebagai benda kotor.

“Kalau masih SD, atau anak kecil, cenderung lebih nyaman dengan kotoran dan cocok tanam. Kadang malah bertemunya kalau yang sudah SMP dann SMA, itu kadang melihat tanah agak jijik karena mungkin sudah tertanam dalam pikirannya tanah itu kotor,” tutur Sandra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona tanaman hias tips bahagia
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top