Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Mulai Bisnis? Simak 5 Tips Dari WOMpreuner

Raymond Adiwianto, Business Development Division Head WOM Finance mengatakan, terdapat banyak tips untuk memulai bisnis, tetapi sedikitnya ada lima prinsip dasar yang bisa diterapkan siapapun yang hendak berbisnis.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  11:03 WIB
Tips Bisnis - ilustrasi
Tips Bisnis - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA- Memiliki bisnis sendiri menjadi mimpi hampir semua orang. Namun, tidak semua orang yang berani mencoba merintis bisnis.

Bertemu dengan mentor atau orang yang telah lebih dahulu berbisnis bisa menjadi salah satu cara bertukar pikiran.

WOM Finance misalnya, menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang juga banyak membiayai pelaku usaha yang mulai merintis bisnis.

Raymond Adiwianto, Business Development Division Head WOM Finance mengatakan, terdapat banyak tips untuk memulai bisnis, tetapi sedikitnya ada lima prinsip dasar yang bisa diterapkan siapapun yang hendak berbisnis.

"Pandemi ini memang kita banyak kerja dari rumah, tetapi juga membuka peluang karena banyak orang yang mencoba bisnis kecil-kecilan dari rumah," ujarnya di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Raymond memberikan tips memulai usaha ini pada Webinar Inklusi Keuangan bertema Tantangan WOMpreuner Di Tengah Pandemic, Bijak Kelola Keuangan, Masa Depan Bahagia. Berikut adalah kelima tips tersebut.

Pertama, pisahkan pembukuan keuangan antara pribadi dan bisnis.

Dia menjelaskan, ketika membuka bisnis sangat penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Salah satu caranya ialah membuat rekening terpisah antara rekening pribadi dan bisnis.

"Sehingga keuangan tidak saling terkait. Misalnya terjadi sesuatu yang buruk di usaha, tidak menarik keuangan pribadi karena kalau berkeluarga juga punya tanggung jawab, " jelasnya.

Kedua, mengatur anggaran keuangan dengan bijak.

Menurutnya, ketika membuka bisnis yang perlu diprediksi ialah seberapa besar pasar produk yang hendak dipasarkan. Dengan mengetahui pasar, maka bisa dibuat prediksi jumlah produksi.

Selanjutnya, kata Raymond, ialah menghitung secara cermat ongkos produksi, pengiriman dan lainnya sehingga mengetahui keuntungan yang ingin didapat. Jika terpaksa mendapatkan keuntungan kecil, maka pilihannya adalah memperbesar volume penjualan.

"Dalam bisnis itu tidak selalu menang atau kalah. Menang, kalah dalam bisnis itu bisa dimaklumi. Yang tidak boleh ialah kita terkejut, karena kita tidak tahu mengapa kita kalah atau menang," tambahnya.

Ketiga, berani untuk mengajukan pinjaman selama memiliki rencana bisnis yang menjanjikan.

Raymond menuturkan, banyak orang mengatakan modal dulu baru bisnis. Namun, itu adalah paradigma yang keliru karena Anda harus berani meminjam selama memiliki rencana bisnis yang menjanjikan.

"Jika punya rencana yang menjanjikan, bisa wujudkan itu, jangan takut ajukan pinjaman karena ada banyak sumber pinjaman. Salah satunya kami di WOM Finance," katanya.

Keempat, membiasakan diri membayar tagihan cicilan tepat waktu. Dengan membayar cicilan tepat waktu, kata Raymond, kita terhindar dari utang yang terus menggunung karena bunga.

Selain itu, dengan sistem keuangan yang semakin terintegrasi, Anda akan sulit mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan lainnya karena BI Checking.

Kelima, Monitoring rutin dan evaluasi secara berkala arus keuangan. Dengan monitoring rutin, kata Raymond, Anda akan mengetahui kondisi keuangan dan apa yang harus dilakukan.

"Jangan lupa untuk terus melakukan evaluasi rutin secara berkala, apakah rencana sudah berjalan baik supaya kita sadar situasi kita," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top