Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ayah Bunda, Begini Caranya Memberi Tahu Kepada Anak Soal Pandemi Covid-19

Keterbatasan anak dalam mengakses dunia luar membuat orang tua dituntut untuk lebih bijaksana memberi pengertian mengenai masa pandemi seperti sekarang ini dengan bahasa yang sederhana.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  11:49 WIB
Psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan  - Youtube
Psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Masa pandemi seperti sekarang ini tidak hanya memengaruhi kehidupan orang dewasa tetapi juga anak-anak yang seharusnya sedang menikmati kebebasan dalam bereksplorasi di dunia luar.

Keterbatasan anak dalam mengakses dunia luar membuat orang tua dituntut untuk lebih bijaksana memberi pengertian mengenai masa pandemi seperti sekarang ini dengan bahasa yang sederhana.

"Ini adalah tantangan bagi orang tua karena tidak semua anak tahu. Orang tua harus tahu tahap perkembangan anak di mana, kalau dia masih usia dini berarti bahasanya harus nyambung, bayangkan kalau bahasanya susah, anak tidak paham, jadi bahasanya dulu harus dimengerti oleh anak," ujar psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan dalam diskusi virtual bertema "Covid-19 dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini" di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

"Kalau misalnya anaknya kritis, kita harus juga punya seabrek jawaban tapi dengan bahasa yang mudah tadi."

"Kita harus jadi role model, memakai masker, cuci tangan, anak juga biasanya mengikuti. Jadi menurut saya kita jangan sampai menekan anak, jadi anak malah stres, karena orang tua memaksa. jadi bahasanya dulu disatukan dengan bahasa anak," tambah Sani.

Pendongeng PM Toh juga memberikan saran cara yang kreatif memberikan pengertian kepada anak mengenai masa pandemi ini. Pria yang tinggal di Aceh itu biasanya menggunakan alat-alat yang sudah akrab dengan anak seperti mainan.

"Saya biasa mendongeng dengan benda-benda seperti mainan sepatu, setrikaan. Nah dengan benda-benda ini kita menjelaskan sesuatu kepada anak. Benda-benda ini kan akrab dengan anak, kalau anak melihat benda yang akrab sama mereka, nanti mereka akan senang sekali, ketawa-ketawa. Dari benda itulah kita membuat simbol-simbol apa itu virus Corona," terang PM Toh.

Selain pengertian, orang tua juga disarankan untuk memberi edukasi yang menyenangkan dengan cara membuat kegiatan seru agar anak tidak bosan berada di rumah. Hal ini dimaksudkan agar masa tumbuh kembang anak tidak terganggu di masa pandemi.

"Jadi ini yang bisa bikin anak stres, karena sebenarnya anak itu senangnya keluar, bermain, bereksplorasi, tapi sekarang sedikit-sedikit di rumah saja. Tapi ini tantangan untuk membuat kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan fun sehingga anak tidak merasa bosan di rumah," kata Sani.

"Untuk anak-anak tertentu yang tidak suka pakai masker ya jangan keluar rumah karena bahaya juga buat anak. Sebisa mungkin intinya berkegiatan dengan fun dan tidak bosan karena anak punya hak tumbuh kembang dan kewajiban orang tua untuk memberikannya karena anak tergantung orang tua."

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top