Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah JKT48 Bakal Bubar Karena Efek Pandemi?

Pandemi virus corona (Covid-19) telah membawa JKT48 pada kondisi yang sangat sulit.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 11 November 2020  |  06:30 WIB
JKT48 - kejepangyuk.com
JKT48 - kejepangyuk.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat pemasukan anjlok dan grup JKT48 masuk dalam kesulitan yang sangat besar dalam ekonomi.

General Manager Theater JKT48 Melody Nurramdhani mengungkapkan JKT48 telah ada sejak 9 tahun yang lalu. kini sedang mengalami kesulitan yang sangat besar. Pihaknya telah melakukan banyak cara agar tetap bertahan hidup.

“Apakah JKT48 yang telah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai di sini? Apakah grup yang didukung banyak orang harus berhenti sampai disini? Kami memutuskan untuk melakukan perubahan yang sangat besar,” ungkapnya, Selasa (11/11/2020).

Dia mengungkapkan bahwa manajemen terus menerus berfikir tentang arti keberadaan grup ini. JKT48 ada untuk memberikan energi positif kepada semua orang.

“Setelah berdiskusi terus menerus hanya ada 1 cara agar JKT48 terus bertahan, cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staf, agar grup ini tidak bubar, hanya itu satu-satunya cara,” ungkapnya.

“JKT48 memutuskan  untuk melakukan  perubahan skala besar atau restrukturisasi dan ini adalah keputusan yang sangat berat, selain membangun semuanya dari awal. Pasti saat ini ada berbagai perasaan yang  muncul dalam benak, tapi kami yakin dan percaya kalian akan mengerti. Mohon selalu dukungan untuk JKT48,” ungkap Melody.

Dia mengakui bahwa pandemi membuat kegiatan JKT48 sangat sulit dijalankan sejak Maret 2020. Kini pihaknya menemukan cara untuk bisa tetap melanjutkan  kegiatan yakni melalui daring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik jkt48
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top