Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Long Covid-19 Sebabkan Kerusakan Organ pada Orang dengan Risiko Rendah

Kerusakan organ ringan terjadi di berbagai tempat, termasuk jantung (32 persen), paru-paru (33 persen), ginjal (12 persen), hati (10 persen), pankreas (17 persen), dan limpa (6 persen). Pada 66 persen peserta ditemukan kerusakan organ tunggal sementara 25 persen peserta mengalami gangguan multi organ.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 November 2020  |  13:36 WIB
Sel virus Corona - Istimewa
Sel virus Corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Orang yang dianggap berisiko rendah terkena komplikasi virus corona telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan organ ganda 4 bulan setelah infeksi. Temuan ini muncul dari studi longitudinal yang meneliti gejala Covid-19 berkepanjangan.

Dilansir dari Express UK, Senin (16/11) peneliti Coverscan memeriksa individu yang sebelumnya sehat tapi telah menunjukkan gejala Covid-19 panjang. Kendati tidak ada definisi konkret dari jangka panjang, tapi virus itu masih berdampak selama berbulan-bulan.

Gejala berkepanjangan yang paling sering dilaporkan adalah kelelahan, nyeri otot, sesak napas, dan sakit kepala. Antara April dan September tahun ini, 201 orang dengan gejala Covid-19 panjang terdaftar dalam penelitian ini.

Sebagian besar peserta memiliki riwayat kesehatan baik sebelum tertular Covid-19. Apalagi pesertanya tergolong muda dengan rerata usia 44 tahun. Melalui kombinasi scan MRI, tes darah, pengukuran fisik, kuesioner, dan penilaian kesehatan mental, peneliti menemukan bukti kerusakan organ.

Kerusakan organ ringan terjadi di berbagai tempat, termasuk jantung (32 persen), paru-paru (33 persen), ginjal (12 persen), hati (10 persen), pankreas (17 persen), dan limpa (6 persen). Pada 66 persen peserta ditemukan kerusakan organ tunggal sementara 25 persen peserta mengalami gangguan multi organ.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pada populasi muda berisiko rendah dengan Covid-19 yang sedang berlangsung, hampir 70 persen individu yang termasuk dalam peserta penelitian mengalami gangguan organ.

Amitava Banerjee, peneliti, ahli jantung, dan profesor ilmu data klinis di University College London mengatakan sisi baiknya kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan, tapi tetap saja terjadi beberapa kerusakan pada organ merupakan kabar buruk.

“Ini menarik karena kami perlu tahu apakah gangguan akan berlanjut atau membaik. Atau apakah ada subkelompok orang tertentu yang bisa menjadi lebih buruk,” katanya. Kehati-hatian diperlukan saat melihat temuan studi karena peserta tidak diperiksa sebelum terinfeksi Covid-19.

Selain itu, penelitian ini masih belum dilakukan peer review, sehingga makalah pracetak menunggu untuk diperiksa dengan seksama oleh peneliti lain. Kajian observasional ini rencananya akan terus berlangsung, sehingga lebih banyak informasi mengenai Covid jangka panjang dapat didokumentasikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona organ tubuh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top