Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 Keterampilan Kerja yang Dibutuhkan di Masa Depan

Semua karyawan butuh memperbarui keterampilan mereka pada 2025, karena adopsi teknologi yang terus meningkat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 November 2020  |  17:40 WIB
Ilustrasi - Thenewspaperworks
Ilustrasi - Thenewspaperworks

Bisnis.com, JAKARTA -- Separuh dari kita perlu melatih keterampilan yang dimiliki untuk bertahan di persaingan karir yang ketat dalam lima tahun ke depan, karena disrupsi ganda dari dampak ekonomi akibat pandemi dan peningkatan otomatisasi yang mengubah iklim pekerjaan mulai terjadi.

Klaim tersebut disampaikan pada edisi ketiga Laporan Pekerjaan Masa Depan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang dirilis bulan lalu, memetakan tren serta kebutuhan pekerjaan dan keterampilan di masa depan, melacak laju perubahan dan arah perjalanan.

Namun gangguan teknologi yang mengubah pekerjaan juga dapat memberikan kunci untuk menciptakan lapangan pekerjaa - dan membantu kita mempelajari keterampilan baru.

"Kita memiliki alat yang diperlukan. Karunia inovasi teknologi yang menentukan era kita saat ini dapat dimanfaatkan untuk merilis potensi manusia," kata Pendiri dan Ketua Eksekutif WEF, Klaus Schwab.

Dia menambahkan bahwa manusia memiliki sarana untuk melatih kembali dan meningkatkan keterampilan individu pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk menyebarkan jaring pengaman presisi yang melindungi pekerja yang terlantar dari kemelaratan, dan untuk membuat peta khusus yang mengarahkan pekerja yang dipindahkan ke pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan, di mana mereka dapat berkembang.

WEF memperkirakan bahwa pada tahun 2025, 85 juta pekerjaan dapat digantikan oleh pergeseran pembagian kerja antara manusia dan mesin.

Tetapi pada saat yang sama ada sekitar 97 juta pekerjaan baru yang mungkin muncul dan lebih disesuaikan dengan pembagian kerja baru antara manusia, mesin, dan algoritma.

Dengan adopsi teknologi yang lebih besar, berarti keterampilan yang dibutuhkan untuk seluruh pekerjaan akan turut mengalami perubahan selama lima tahun ke depan, dan kesenjangan keterampilan akan terus tinggi

Keterampilan pemikiran kritis dan pemecahan masalah menjadi yang teratas dalam daftar keterampilan yang diyakini pemberi kerja akan semakin menonjol dalam lima tahun ke depan. Keterampilan ini telah konsisten berada di posisi paling atas sejak laporan pertama dirilis pada tahun 2016.

Tetapi ada juga keterampilan baru yang muncul tahun ini yakni keterampilan dalam manajemen diri seperti pembelajaran aktif, ketahanan, toleransi stres, dan fleksibilitas.

10 Keterampilan yang Dibutuhkan di 2025, antara lain:

- Pemikiran analitis dan inovasi

- Pembelajaran aktif dan strategi pembelajaran

- Pemecahan masalah yang kompleks

- Pemikiran kritis dan analisis

- Kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif

- Kepemimpinan dan pengaruh sosial

- Penggunaan teknologi, pemantauan dan pengendalian

- Desain teknologi dan pemrograman

- Ketahanan, toleransi stres dan fleksibilitas

- Penalaran, pemecahan masalah dan penciptaan ide

Sebagian besar pemimpin bisnis (94 persen) sekarang mengharapkan karyawan dapat memiliki keterampilan baru saat bekerja - peningkatan tajam dari 65 persen pada 2018.

Responden Survei Pekerjaan Masa Depan memperkirakan bahwa sekitar 40 persen pekerja akan memerlukan pengayaan keterampilan selama enam bulan atau kurang, tetapi angka itu lebih tinggi untuk mereka yang berada di industri konsumen dan di industri kesehatan dan perawatan kesehatan.

Di sektor jasa keuangan dan energi, butuh waktu lebih lama untuk pelatihan karena mereka membutuhkan informasi terkait program yang lebih intensif waktu.

Pandemi telah mempercepat tren pengayaan keterampilan secara online. Antara April dan Juni tahun ini, Coursera melihat peningkatan empat kali lipat dalam jumlah orang yang mencari peluang untuk menambah keterampilan.

Pemberi kerja yang memberikan kesempatan belajar online untuk pekerjanya meningkat lima kali lipat dan ada peningkatan pendaftaran sembilan kali lipat bagi pelajar yang mengakses sumber daya online melalui program pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi tips bisnis sumber daya manusia masa depan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top