Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Banyak Suplemen Vitamin D yang Baik untuk Pasien Covid-19?

Nutrisi yang juga dikenal sebagai vitamin 'Sunshine' telah diklaim oleh para ilmuwan dan profesional medis dapat menurunkan risiko terinfeksi oleh virus corona baru.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 November 2020  |  10:10 WIB
Berjemur pada pagi hari sebagai salah satu cara mendapat vitamin D - Istimewa
Berjemur pada pagi hari sebagai salah satu cara mendapat vitamin D - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Vitamin D sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Selain memastikan tulang dan gigi yang kuat, vitamin itu juga membangun kekuatan otot dan meningkatkan fungsi sel-sel dalam tubuh kita.

Dilansir dari Times of India, Jumat (20/11) nutrisi yang juga dikenal sebagai vitamin 'Sunshine' telah diklaim oleh para ilmuwan dan profesional medis dapat menurunkan risiko terinfeksi oleh virus corona baru.

Ini telah meningkatkan asupan makanan dan suplemen kaya vitamin D di antara orang-orang. Namun, seseorang harus berhati-hati dan menghindari konsumsi yang terlalu banyak, karena mungkin memiliki efek buruk pada kesehatan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, para peneliti menemukan bahwa sekitar 82,2 persen dari 216 pasien Covid-19 kekurangan vitamin D. Studi juga menyoroti prevalensi hipertensi dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, yang menyebabkan masa tinggal di rumah sakit lebih lama.

Banyak penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa tingkat vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat mencegah virus corona memasuki sistem dalam tubuh dan juga dapat memastikan pemulihan yang lebih cepat pada pasien yang sudah mengidapnya.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Boston University menekankan bahwa jumlah vitamin D yang cukup dapat mencegah kondisi pasien Covid-19 semakin memburuk dan juga mengurangi kebutuhan oksigen.

Berdasarkan laporan itu, hanya 9,7 persen orang yang berusia lebih dari 40 tahun dan kekurangan vitamin D menyerah pada virus, sementara 20 persen orang yang memiliki tingkat vitamin D yang cukup dalam tubuh mereka menunjukkan pemulihan yang lebih cepat.

Meskipun vitamin D dalam membangun respons kekebalan dan mencegah tubuh dari infeksi Covid-19 sangat penting, tapi asupan suplemen vitamin D yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Sesuai laporan National Health Services (NHS), mengonsumsi terlalu banyak suplemen dalam waktu singkat dapat menyebabkan hiperkalsemia, yang menggambarkan kondisi memiliki terlalu banyak kalsium dalam tubuh.

Lantas, seberapa banyak Vitamin D yang pas untuk tubuh? NHS mengatakan untuk menghindari konsumsi lebih dari 100mcg vitamin D dalam satu hari, baik itu orang dewasa atau anak-anak antara usia 11 hingga 17 tahun. Bagi kebanyakan orang, 10mcg vitamin D sudah cukup.

Sementara mengonsumsi suplemen mungkin merupakan pilihan yang mudah. Namun, dianjurkan mengikuti cara yang lebih alami untuk mendapatkan Vitamin D. Berjemur di bawah sinar matahari atau konsumsi makanan kaya vitamin D selalu terbukti dan merupakan pilihan yang lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan Virus Corona vitamin d
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top