Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kulit Glowing dan Tampak Muda dengan Teknologi DNA Salmon

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Susie Rendra mengatakan pada kulit yang menua, akan terjadi perubahan anatomi pada lapisan-lapisan kulit, misalnya berkurangnya serat kolagen dan elastin, pigmen tidak lagi tersebar merata,
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  12:25 WIB
Ilustrasi perawatan kulit
Ilustrasi perawatan kulit

Bisnis.com, JAKARTA – Memiliki kulit yang sehat dan glowing tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun, seiring berjalannya waktu dan usia bertambah matang, kulit pun ikut mengalami penuaan.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Susie Rendra mengatakan pada kulit yang menua, akan terjadi perubahan anatomi pada lapisan-lapisan kulit, misalnya berkurangnya serat kolagen dan elastin, pigmen tidak lagi tersebar merata, berkurangnya kadar pelembap alami, dan bertambah tebalnya lapisan kulit ari.
Perubahan tersebut akan terlihat dari menurunnya elastisitas atau kekenyalan kulit, serta pigmentasi atau flek yang tidak merata.

Kulit juga akan tampak kusam dan tidak kinclong lagi, hingga melambatnya kesembuhan luka sehingga bekas luka juga lama memudar. Proses penuaan ini biasanya mulai terjadi di awal usia 20-an.
“Hati-hati, faktor eksternal seperti paparan sinar matahari yang terlalu banyak, paparan polusi (dari asap kendaraan bermotor dan asap rokok), dan sering mengonsumsi makanan cepat saji dengan kadar gula dan garam yang tinggi dapat mempercepat proses penuaan dini,” ujar dokter yang berpraktik di Skin Aesthetic Clinic RS Pondok Indah – Puri Indah,.

Maka itu, untuk memiliki kulit wajah sehat dan glowing, perlu menerapkan perilaku hidup sehat dengan pola makan seimbang dan tidur yang cukup. Pemilihan dan penggunaan produk perawatan kulit yang tepat dan sesuai juga akan sangat membantu memperlambat proses penuaan kulit wajah.

“Seringkali untuk hasil maksimal, krim saja tidak cukup, diperlukan juga dukungan teknologi medis terdepan sebagai alternatif solusi peremajaan kulit,” ungkapnya.

Berbagai teknologi medis dikembangkan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan kulit, mulai dari yang ringan seperti peeling kimiawi, mikrodermabrasi, sampai ke teknologi tinggi seperti laser.
Kemajuan ilmu medis berjalan secara cepat, banyak teknologi baru yang dikembangkan beberapa tahun terakhir ini, salah satunya adalah teknologi DNA salmon.

Solusi peremajaan kulit menggunakan teknologi DNA salmon banyak dikerjakan di klinik kecantikan di Korea. Teknologi yang menggunakan DNA salmon yang disuntikkan langsung ke kulit wajah, terbukti dapat membantu meremajakan kulit sehingga kulit tampak glowing dan awet muda.

Menurutnya, teknologi DNA salmon memiliki beberapa keunggulan antara lain, mampu memulihkan struktur jaringan kulit. Selain itu, DNA salmon dapat meningkatkan reproduksi sel, memperbaiki struktur sel, dan memulihkan pembuluh darah sehingga efektif mengembalikan struktur jaringan kulit seperti kerutan dan garis halus
“Kandungan peptide yang ada pada formula membantu kulit memproduksi kolagen yang memberikan efek mencerahkan pada kulit Anda,” tuturnya.
Selain itu, Hyaluronic acid dan ascorbic acid yang terkandung dalam formulasi teknologi tersebut juga membantu menjaga kelembapan kulit.
Adapun untuk prosedur perawatan wajah dengan teknologi DNA salmon memerlukan tindakan selama minimal 2-3 kali tergantung dari jenis kulit. Setelah semua prosedur dilaksanakan, efek dari perawatan ini dapat bertahan hingga 3 bulan, dengan dukungan perawatan kulit mandiri yang tepat.

“Dalam proses perbaikan jaringan kulit, Anda mungkin akan mengalami efek sementara seperti rash, kulit kemerahan, dan bengkak. Hal ini merupakan hal yang wajar dan hanya akan dialami dalam hitungan jam atau sampai 1 hari setelah tindakan dilakukan,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecantikan perawatan kulit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top