Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Kecantikan Diprediksi Tetap Eksis Pada 2021

Industri kecantikan diperkirakan masih melanjutkan tren positifnya pada tahun depan, lantaran dinilai sebagai industri yang relatif tahan oleh pandemi Covid-19.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  22:03 WIB
Pengunjung menjalani perawatan saat Duplair meluncurkan produk perawatan kesehatan kulit buatan Jepang, di Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Pengunjung menjalani perawatan saat Duplair meluncurkan produk perawatan kesehatan kulit buatan Jepang, di Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Meski dilanda pandemi Covid-19 industri kecantikan mencatatkan pertumbuhan yang cenderung stabil. Hal ini membuktikan bahwa industri tersebut terbilang mampu bertahan dalam beberapa kali krisis ekonomi.

Dikutip dari data McKinsey, Kamis (31/12/2020), industri kecantikan menghasilkan US$500 miliar per tahun.

Angka ini diprediksi masih akan mengalami kenaikan seiring pembatasan sosial dan adaptasi baru yang masih berlangsung. Apalagi, banyak aktivitas dari rumah yang mendorong orang berbelanja kosmetik dengan mudah dan cepat secara daring.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Bamed Skin Care dr.Conny Melly R. SpKK menyatakan, perawatan kecantikan kulit masih populer pada 2021 mendatang, apalagi bagi orang dengan tipe kulit tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus.

Dia menyatakan pentingnya seseorang memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan mengenali terlebih dahulu tipe kulit.

Misalnya, untuk kulit berminyak, kulit sensitif, juga kulit kering. Dengan mengenali karakter kulit, Anda bisa mengatasi masalah kesehatan Anda dan memperbaikinya di tahun yang akan datang.

Conny memerinci, jika sedang berjerawat, Anda sebaiknya menghindari atau meminimalkan penggunaan make up. Atau jika saat pandemi seperti ini wajib menggunakan masker.

"Maka sebaiknya juga tidak menggunakan make up untuk mengurangi risiko munculnya jerawat dan masker juga sebaiknya diganti setiap 4 jam,” ujar Conny kepada Bisnis, beberapa waktu yang lalu.

Jika melansir dari studi kasus yang dilakukan Yan Y, Chen H di China, ada 330 tenaga kesehatan di China ada 71 persen mengalami gangguan pada kulit, di mana 74 persen mengalami hand dermatitis.

Studi yang ditemukan oleh Hu K, dan Fan J juga mengakui bahwa 88,5 persen reaksi kulit pada tangan sangat berkaitan dengan penggunaan sarung tangan berbahan latex.

Sejumlah studi ini mengafirmasi adanya dampak negatif dari pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) terhadap kesehatan kulit. Artinya, tren pada kebutuhan alat dan produk kesehatan untuk kulit dan kecantikan masih akan menjadi incaran.

Dalam upaya merawat kesehatan dan kecantikan kulit wajah tahun depan, Conny membeberkan perawatan harus dilakukan dari dalam maupun dari luar. Perawatan dari dalam bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat.

Pertama, mengkonsumsi makanan bergizi caranya memperbanyak sayuran dan buah-buahan serta mengurangi makanan dengan kadar gula atau kadar indeks glikemik yang tinggi.

Kedua, pentingnya tidur yang cukup. Ketiga, mengurangi dan menghindari faktor pemicu stres. Keempat, melakukan olahraga secara rutin. Kelima, hindari rokok dan minuman beralkohol. Terakhir, mengkonsumsi vitamin atau antioksidan secukupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kecantikan perawatan kulit
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top