Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemanjuran Vaksin Corona Sinovac di Bawah 60 Persen? Ini Kata Pusat Biomedis Brasil

Setiap negara yang memesan vaksin virus corona (Sinovac) dari China merilis efikasi atau tingkat kemanjuran yang berbeda, termasuk Indonesia.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  12:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Biomedis Butantan Sao Paulo menampik isu efikasi atau kemanjuran vaksin virus corona, CoronaVac di bawah 60 persen.

Mengutip Straits Times, Selasa (12/1/2021), situs berita Brasil UOL pada Senin (11/1/2021) melaporkan bahwa tingkat kemanjuran CoronaVac yang dikembangkan Sinovac Biotech China, hanya 50-60 persen berdasarkan uji klinis tahap akhir di negara tersebut.

Direktur Pusat Biomedis Butantan Dimas Covas mengatakan laporan itu bersifat spekulatif. Dia menegaskan analisis yang sedang berlangsung justru menghasilkan tingkat kemanjuran umum baru di samping kemanjuran klinis yang diumumkan pekan lalu.

Pada Kamis lalu, para peneliti Brasil mengatakan vaksin itu terbukti 78 persen efektif melawan infeksi Covid-19 skala ringan dan sepenuhnya mencegah kasus yang parah. Tetapi spesialis independen menyerukan transparansi lebih lanjut tentang temuan dari uji coba fase tiga vaksin Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac.

Covas mengatakan Butantan, yang didanai oleh negara bagian Sao Paulo, telah memprioritaskan untuk mendapatkan datanya ke regulator kesehatan Brasil Anvisa dan masih menganalisis hasilnya secara paralel.

Covas mengatakan institut itu pada akhirnya akan memberikan data lengkap pada konferensi ilmiah yang akan diumumkan minggu ini.

Anvisa mengatakan pada Sabtu bahwa pengajuan dari Butantan yang meminta otorisasi penggunaan darurat untuk CoronaVac tidak memiliki beberapa informasi yang relevan untuk analisis penelitian, seperti usia, jenis kelamin, dan komorbiditas sukarelawan.

Covas mengatakan penanganan badan federal terhadap uji coba CoronaVac telah menimbulkan pertanyaan tentang kemandiriannya. Hal ini menambah ketegangan antara pejabat Sao Paulo dan Presiden Jair Bolsonaro, yang telah menolak vaksin China.

Seperti diketahui, Turki telah terlebih dahulu merilis kemanjuran vaksin pada 25 Desember 2020 lalu. Pemerintah setempat menyatakan CoronaVac menunjukkan kemanjuran 91,25 persen dalam uji klinis Fase III di Turki. Bahkan, mereka menyatakan data itu bisa meningkat, dengan evaluasi dari Komite Ilmiah.

Sementara itu, Brasil merilis vaksin eksperimental yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd. China mencatatkan tingkat keefektifan hingga 78 persen dalam melawan Covid-19.

Sebelumnya, WHO telah merilis bahwa walaupun ada perbedaan nilai, efikasi atau kemanjuran, maka yang terpenting adalah angka kemanjuran di atas 50 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top