Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penderita Autoimun Belum Bisa Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penyakit autoimun sistemik (SLE, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya) belum layak menerima vaksin hingga ada hasil penelitian yang lebih jelas.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  09:27 WIB
Gejala penyakit autoimun - www.niehs.nih.gov
Gejala penyakit autoimun - www.niehs.nih.gov

Bisnis.com, JAKARTA - Orang dengan penyakit autoimun sejauh ini belum direkomendasikan menerima vaksin virus corona.

Sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penyakit autoimun sistemik (SLE, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya) belum layak menerima vaksin hingga ada hasil penelitian yang lebih jelas.

Sama halnya dengan hipertiroid karena autoimun

Begitu pula dengan mereka yang mengidap penyakit reumatik autoimun. Selain belum ada data penggunaan, data vaksin sebelumnya juga menunjukkan tidak ada kontraindikasi pemberian pada pasien ini.

Pemberian vaksin Covid-19 untuk pasien reumatik-autoimun menurut PAPDI harus mempertimbangkan risiko. Namun rekomendasi ini masih bersifat sementara dan bisa saja berubah jika ada bukti baru tentang keamanan dan efektivitas vaksin.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Amerika Serikat (CDC) menyatakan memang saat ini tidak ada data yang tersedia tentang keamanan dan kemanjuran vaksin mRNA Covid-19 pada orang dengan kondisi autoimun, meskipun orang-orang ini memenuhi syarat untuk mendaftar dalam uji klinis.

Mereka menyebut tidak ada ketidakseimbangan yang diamati dalam kejadian gejala yang konsisten dengan kondisi autoimun atau gangguan inflamasi pada peserta uji klinis yang menerima vaksin mRNA Covid-19 dibandingkan dengan plasebo.

"Orang dengan kondisi autoimun yang tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksinasi dapat menerima vaksin mRNA Covid-19," tambah CDC.

Kepala Penyakit Menular Anak di Universitas California Davis Dr. Dean Blumberg mengatakan mungkin saja vaksin Covid-19 tidak akan efektif bagi mereka yang mengalami autoimun.

"Ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada orang dengan gangguan kekebalan seperti pada orang yang sehat. Tapi jika tidak sakit, mungkin bisa membantu," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona autoimun Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top