Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Bunuh Diri di Jepang Naik 16 Persen Selama Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari Hong Kong University of Science and Technology dan Tokyo Metropolitan Institute of Gerontology, tingkat bunuh diri pada periode Juli-Oktober naik 16 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  10:12 WIB
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah survei yang dirilis baru-baru menemukan bahwa tingkat bunuh diri di Jepang telah melonjak pada gelombang kedua pandemi Covid-19, terutama terjadi pada wanita dan anak-anak.

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari Hong Kong University of Science and Technology dan Tokyo Metropolitan Institute of Gerontology, tingkat bunuh diri pada periode Juli-Oktober naik 16 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tidak seperti keadaan ekonomi normal, pandemi ini secara tidak proporsional memengaruhi psikologi anak, remaja, dan wanita terutama ibu rumah tangga,” tulis para peneliti dalam makalah penelitian, seperti dikutip New York Post, Rabu (20/1).

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Human Behavior itu menyatakan pada gelombang pertama pandemi, angka bunuh diri turun karena dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti subsidi pemerintah, berkurangnya jam kerja dan penutupan sekolah.

Akan tetapi, penurunan itu kemudian berbalik pada gelombang kedua dengan tingkat bunuh diri melonjak 37 persen untuk wanita karena pandemi berkepanjangan merugikan industri di mana wanita mendominasi, peningkatan beban pada ibu yang bekerja, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Studi ini didasarkan pada data Kementerian Kesehatan Jepang dari November 2016 hingga Oktober 2020, menemukan angka bunuh diri anak melonjak 49 persen pada gelombang kedua, sesuai dengan periode setelah penutupan sekolah secara nasional.

Perdana Menteri Yoshihide Suga bulan ini juga mengeluarkan keadaan darurat Covid-19 untuk Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya dalam upaya untuk membendung kebangkitan pandedmi. Dia kemudian meluaskan peringatan darurat ke tujuh prefektur lainnya.

Sementara itu, Menteri Reformasi Administrasi dan Peraturan Taro Kono mengatakan bahwa sementara pemerintah Jepang akan mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat, hal tersebut tidak akan membunuh perekonomian masyarakat.

“Orang-orang khawatir tentang Covid-19. Tapi banyak orang juga bunuh diri karena kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, dan tidak melihat adanya harapan. Kami perlu mencapai keseimbangan antara mengelola Covid-19 dan ekonomi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top