Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Herd Immunity di Korsel Diprediksi Terwujud November 2021

Kwon menjelaskan persentase orang yang perlu dvaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok bervariasi di antara para ahli kesehatan; ada yang memperkirakan 50 persen
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  15:05 WIB
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok-cheol menyatakan bahwa kekebalan kelompok (herd immunity)terhadap Covid-19 diharapkan akan tercapai di Korea Selatan pada November 2021 seiring dengan program vaksinasi publik yang akan dimulai pada Februari 2021.

"Karena putaran pertama vaksinasi akan selesai pada bulan September, kami berharap kekebalan kelompok akan terbentuk pada November 2021, ketika 70 persen populasi telah menerima vaksin," kata Kwon dalam konferensi pers Tahun Baru pada Kamis (21/1/2021) mengutip The Korea Times.

Lebih lanjut, Kwon menjelaskan persentase orang yang perlu dvaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok bervariasi di antara para ahli kesehatan; ada yang memperkirakan 50 persen, tapi dia melihat bahwa 70 persen perlu divaksinasi. Dia juga menegaskan bahwa vaksinasi tidak akan sepenuhnya memberantas penyebaran virus corona, seperti yang terlihat pada kasus flu musiman dan flu biasa.

“Tujuan akhir dari rencana vaksin adalah untuk meminimalkan infeksi sebelum musim dingin mendatang dan mencegah pasien berisiko tinggi menjadi pasien yang sakit kritis,” tegasnya.

Kwon juga berjanji untuk membuat saluran komunikasi yang memadai untuk menginformasikan publik tentang rencana inokulasi terperinci sebelum vaksinasi dimulai, untuk meredakan kekhawatiran publik atas keamanan dan keefektifannya.

Ketika ditanya tentang rencana kementerian untuk menyelesaikan masalah keadilan yang diajukan oleh pemilik usaha kecil atas pelarangan yang diperpanjang pada pertemuan publik dan penangguhan operasi bisnis, Kwon mengatakan fokusnya akan pada penerapan aturan jarak sosial yang lebih fleksibel dengan mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat. kehidupan sehari-hari.

Dia menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan langkah-langkah kompensasi yang diderita oleh pemilik usaha kecil karena penangguhan operasi.

"Skema kompensasi semacam itu, yang pertama kali diperkenalkan saat wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) pada 2015, hanya diterapkan di institusi medis saat itu. Kami akan membahas perluasannya ke sektor lain," katanya.

Kwon diangkat sebagai menteri kesehatan dan kesejahteraan 24 Desember, setelah mengepalai Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan dari tahun 2017 hingga 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top