Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Regulator Obat Eropa Pastikan Vaksin Virus Corona Pfizer Aman

Regulator Eropa menilai jumlah dan jenis kematian orang yang divaksinasi virus corona (Covid-19) Pfizer tidak dianggap abnormal, tanpa hubungan sebab-akibat yang teridentifikasi.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  09:53 WIB
Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris
Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah regulator dan badan kesehatan dunia memastikan hingga kini vaksin Pfizer-BioNTech terbilang aman untuk digunakan.

Adapun kematian 33 dari sekitar 20.000 penghuni panti jompo yang menerima suntikan pertama vaksin Pfizer-BioNTech di Norwegia disebabkan karena tergolong renta dan memiliki penyakit yang mendasarinya atau komorbid.

Di Prancis, Badan Obat-obatan Nasional, ANSM mengatakan bahwa berdasarkan bukti yang tersedia, kematian 9 lansia dari 800.000 orang yang divaksinasi memiliki penyakit kronis.

"Tidak ada yang menyimpulkan bahwa kematian yang dilaporkan terkait dengan vaksinasi," kata lembaga tersebut seperti dilansir dari Medical Xpress, Senin (25/1/2021).

Contoh lain termasuk 13 kematian orang tua yang tercatat di Swedia dan tujuh di Islandia, semuanya tidak ada kaitannya.

Di Portugal, seorang pekerja perawatan meninggal dua hari setelah diinokulasi tetapi kementerian kehakiman mengatakan tidak menemukan hubungan langsung antara kematian dan vaksin.

Oleh karena itu, European Medicines Agency (EMA) atau Badan Pengawas Obat Eropa menyebut kematian di sejumlah negara Eropa hingga kini tidak terkait dengan keamanan vaksin Pfizer.

"Sampai saat ini tidak ada masalah khusus yang diidentifikasi dengan comirnaty (nama komersial untuk suntikan Pfizer)," sebut EMA dilansir dari Medical Xpress, Senin (25/1/2021).

Kendati demikian, EMA mencatat bahwa pihak berwenang menyelidiki kematian untuk menentukan apakah vaksin itu bertanggung jawab. Mereka memeriksa masalah apa pun yang dilaporkan oleh profesional kesehatan, perusahaan farmasi, dan pasien itu sendiri terkait vaksinasi.

Untuk saat ini, jumlah dan jenis kematian di antara mereka yang divaksinasi tidak dianggap abnormal, tanpa hubungan sebab-akibat yang teridentifikasi.

Di banyak negara seperti Prancis, Norwegia, Inggris, dan Spanyol, orang yang lemah dan lanjut usia berada di urutan pertama untuk vaksinasi.

"Bukan hal yang tidak terduga bahwa beberapa dari orang-orang ini mungkin secara alami jatuh sakit karena usia mereka atau kondisi yang mendasarinya segera setelah divaksinasi," kata Badan Regulasi Obat dan Kesehatan Inggris, MHRA.

Kematian adalah masalah yang sangat sensitif, dan pendekatan untuk menginformasikan publik berbeda-beda.

Prancis dan beberapa negara Nordik secara gamblang melaporkan kematian pasca vaksinasi dan merinci potensi efek samping dari suntikan bahkan jika tidak ada kaitannya. Akan tetapi MHRA Inggris mengatakan akan membuat pernyataan lebih hati-hati.

"Kami akan mempublikasikan rincian semua reaksi yang dicurigai yang dilaporkan terkait dengan vaksin Covid-19 yang disetujui, bersama dengan penilaian data kami secara teratur di masa depan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin pfizer Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top