Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sering Migrain? Coba Cara Ini

Meskipun tidak banyak penelitian tentang vitamin yang dapat membantu mengatasi migrain, ada beberapa yang telah diteliti para ilmuwan sebagai suplemen mengatasi migrain.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:17 WIB
Ilustrasi migrain.  - Healthmeup
Ilustrasi migrain. - Healthmeup

Bisnis.com, JAKARTA - Migrain adalah kondisi yang sering dialami oleh kebanyakan orang, Kondisi ini tentu dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Anda dapat meredakan rasa sakit akibat migrain dengan mengonsumsi vitamin dan sumplemen. Meskipun tidak banyak penelitian tentang vitamin yang dapat membantu mengatasi migrain, ada beberapa yang telah diteliti para ilmuwan sebagai suplemen mengatasi migrain.

Melansir dari Medical News Today, Jumat (29/1/2021), berikut vitamin dan suplemen yang dapat membantu mengurangi rasa migrain.

1. Vitamin B2
Vitamin pertama adalah Vitamin B2 atau riboflavin. Vitamin ini berperan penting dalam memetabolisme makanan menjadi energi, seperti daging, telur, susu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

Studi European Journal of Neurology, sebanyak 23 partisipan mengonsumsi riboflavin dosis tinggi selama 6 bulan. Kemudian mereka melaporkan bahwa jumlah dan durasi sakit kepala menurun sekitar 50 persen setelah tiga sampai enam bulan.

Sementara itu, tinjauan pada tahun 2015 di International Journal for Vitamin and Nutrition Research juga menyimpulkan bahwa vitamin B2 dapat mengurangi frekuensi dan durasi migrain tanpa efek samping yang parah.

Namun, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian pada lebih banyak orang untuk menentukan apakah vitamin B2 efektif dan untuk memahami cara kerjanya.

Ahli saraf dari American Academy of Neurology merekomendasikan agar mencoba vitamin B2 sebanyak 400 miligram (mg) per hari, dengan dibagi menjadi dua dosis masing-masing 200 mg.

2. Magnesium
Berikutnya adalah magnesium. Magnesium merupakan mineral yang penting untuk fungsi saraf, tekanan darah, dan kontrol gula darah.

Beberapa bukti terkuat untuk penggunaan magnesium berasal dari studi double-blind terkontrol plasebo dari tahun 1996. Dalam studi itu, sebanyak 81 peserta mengonsumsi 600 mg magnesium atau plasebo selama 3 bulan.

Hasil menujukkan orang yang mengonsumsi magnesium mengalami sedikit di bawah 42 persen lebih sedikit migrain, dibandingkan dengan 16 persen pada kelompok plasebo.

Kemudian tinjauan pada 2017 mengidentifikasi beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa magnesium dapat mencegah migrain lebih efektif daripada plasebo.

Sumber magnesium dapat ditemukan melalui kacang-kacangan, almond, alpukat, pisang, brokoli, dan bayam.

American Migraine Foundation merekomendasikan dosis harian 400-500 mg magnesium, sedangkan American Academy of Neurology merekomendasikan 600 mg.

Baiknya memulai dengan dosis yang lebih rendah karena magnesium dapat menyebabkan diare pada beberapa orang.

3. CoQ10
CoQ10 adalah zat mirip vitamin yang memiliki berbagai fungsi di dalam tubuh, seperti membantu energi dan bertindak sebagai antioksidan. CoQ10 dapat ditemui di ikan berminyak, daging organ, dan biji-bijian.

Penelitian tentang dampak CoQ10 pada migrain dibatasi. Uji coba tahun 2005 menemukan bahwa mengonsumsi 100 mg CoQ10 tiga kali sehari dapat mengurangi frekuensi migrain sekitar 50 persen. Namun, penelitiannya kecil, dengan hanya 42 peserta.

American Academy of Neurology merekomendasikan untuk mencoba CoQ10 dengan 100 mg tiga kali sehari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan tips sehat
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top