Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Penyintas Covid-19, Kapok Abai Protokol Kesehatan

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menunjukkan risiko penularan tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100 persen.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  15:28 WIB
rnPetugas medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters\\r\\n
rnPetugas medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Protokol kesehatan 3M merupakan salah satu cara untuk menurunkan risiko tertular virus corona (Covid-19).

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menunjukkan risiko penularan tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100 persen.

Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35 persen, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45 persen, apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70 persen, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85 persen.

Efektivitas inilah yang mendasari protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak adalah upaya utama untuk dijalankan seluruh masyarakat.

Saffri Sitepu, salah satu penyintas Covid-19, bercerita pengalamannya. Menurutnya, dia tertular karena kurang menjaga jarak atau bertemu orang banyak.

"Pengalaman saya ketika divonis positif Covid-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama. Ketika itu saya sesak berat dan batuk berdarah. Setelah pulang dinyatakan negatif pun saya merasa fisik masih berat, gampang lemas, hampir tiga bulan saya rasakan pengalaman tersebut,” terangnya dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu (30/1/2021).

Kini, dia sangat serius menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Saffri menambahkan dia dulunya punya hobi bersepeda dengan komunitas, tapi setelah sembuh Covid-19 sampai saat ini, dia tidak lagi bersepeda dengan teman-teman.

"Saya hindari hal itu. Saya bersepeda sendiri, saya jauhi kerumunan karena masih ada rasa takut terinfeksi kembali. Hingga kini saya melaksanakan protokol kesehatan yang benar dan tepat,” ujarnya.

Elgeen Frydianto, salah satu penyintas Covid-19 lainnya menyebutkan dia adalah orang yang patuh menerapkan protokol kesehatan. Setiap berkegiatan selalu mencuci tangan, memakai masker, dan selalu mandi saat pulang ke rumah.

Namun, dia tidak pernah tahu tertular Covid-19 di mana. "Masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan ini,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan,mengatakan masyarakat harus terus bersama-sama dengan pemerintah melakukan kewajiban 3T (Testing, Tracing, Treatment), dan masyarakat menjalankan 3M.

"Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” terangnya dalam Dialog Produktif yang mengambil tema Prokes Dijalankan, Covid-19 Kita Kalahkan, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (29/1/2021).

Penularan Covid-19, katanya, seringkali terjadi karena keteledoran. “Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman,” jelas Fajri.

Sebagai saran tambahan, Fajri mengatakan untuk melengkapi usaha tersebut, jangan lupa untuk bantu pemerintah melakukan 3T.

"Terakhir kita harus dukung vaksinasi agar program ini bisa menurunkan penularan dan kita semua bisa sehat selalu,” tutupnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru Kampanye 3M
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top