Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjaga Eksistensi Musisi dengan Platform Interaktif

Platform media sosial populer seperti Instagram dan TikTok sebenarnya bisa saja mereka manfaatkan untuk hal tersebut. Demikian halnya dengan YouTube dan platform berbagi video lainnya.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  10:57 WIB
Ilustrasi musik -
Ilustrasi musik -

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir membuat platform interaktif menjadi suatu kebutuhan yang tak bisa terelakkan bagi pelaku industri kreatif. Platform tersebut menjadi andalan untuk menambah pundi-pundi rupiah atau menjaga eksistensi di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.

Platform media sosial populer seperti Instagram dan TikTok sebenarnya bisa saja mereka manfaatkan untuk hal tersebut. Demikian halnya dengan YouTube dan platform berbagi video lainnya.

Namun, fitur-fitur yang dihadirkan tentunya tak selengkap platform yang memang dirancang khusus sebagai platform interaktif. Selain itu, platform interaktif juga memungkinkan pelaku industri kreatif memungut biaya masuk ke acara interaktif yang mereka selenggarakan.

Tasya Rosmala, pedangdut muda asal Pasuruan, Jawa Timur mengaku sangat terbantu dengan kehadiran platform interaktif untuk menjaga hubungan baik dengan para penggemar dan memperkenalkan karya terbarunya. Tidak hanya itu, platform tersebut juga membuat acara virtual yang dia selenggarakan mampu menjangkau penonton yang lebih luas.

“Musik dangdut selama ini lebih banyak dinikmati secara langsung lewat konser-konser di sekitar Jawa Timur. Di saat kita tidak bisa menggelar konser, ini menjadi harapan kami untuk mengenalkan karya baru dan untuk terus menemani penggemar dan para pecinta musik,” katanya beberapa waktu lalu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh grup band asal Makassar, Kapal Udara. Mereka mengaku terbantu dengan keberadaan platform interaktif untuk tetap terhubung dengan para penggemar dan menerima berbagai masukan. Band tersebut mengandalkan program ‘Kanal Komunal’ yang ada di JOOX Live, platform interaktif yang tersedia dalam platform streaming musik JOOX.

“Lewat ‘Kanal Komunal’, kita bisa ngobrolin musik dengan penggemar dan komunitas kreatif yang tentunya nggak bisa kita lakukan secara langsung sekarang ini,” ungkapnya.

Head of Marketing JOOX Indonesia, Yuanita Agata mengatakan kehadiran ‘Kanal Komunal’ merupakan bagian dari kampanye ‘Rumah Jagoan Lokal’. Tujuan dari kampanye tersebut adalah memperkenalkan musisi lokal berkualitas beserta karya-karyanya ke publik yang lebih luas.

“‘Kanal Komunal’ yang tayang di JOOX Live merupakan diskusi interaktif yang mempertemukan para musisi jagoan lokal dengan komunitas seni kreatif seperti RURUradio, Irama Nusantara, Swara Gembira, dan masih banyak lagi, untuk membahas skena dan budaya musik di Indonesia,” tuturnya.

Selain ‘Kanal Komunal’ platform milik Tencent itu juga menghadirkan kompetisi Karaoke musik dangdut, hingga Dangdut Virtual Concert yang akan tayang eksklusif di JOOX Live dan melibatkan sejumlah musisi dangdut.

Dangdut dipilih bukan tanpa alasan, menurut Yuanita jumlah pencarian dan pendengar lagu-lagu dangdut di JOOX mengalami peningkatan yang signifikan pada 2020 bersama dengan pop Melayu.

INTERAKSI VIRTUAL

Lebih lanjut, menurut Yuanita pihaknya melihat bahwa interaksi virtual masih akan menjadi tren dan pilihan berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali musisi di 2021. Oleh karena itu, di tahun 2021 ini JOOX akan bekerja sama dengan lebih banyak musisi untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif.

“Media sosial dan juga fitur JOOX Live bisa menjadi salah satu pilihan bagi para musisi untuk terus berinteraksi dengan penggemar mereka, seperti konser virtual dan obrolan santai dengan format P2P (peer to peer),” ungkapnya.

Terpisah, Chief Operating Officer (COO) GoPlay Calvin Kizana mengungkapkan selama selama pandemi Covid-19 pihaknya berupaya untuk menghadirkan fitur-fitur baru di platform interaktif yang membuat acara daring, tak terkecuali konser musik menjadi lebih intim dan meriah.

"Kita berupaya untuk menghadirkan tidak hanya sekadar live saja. Ada chat public, chat private, tipping atau token appreciation, agar tak terasa berjarak," ujarnya belum lama ini.

Calvin menyebut pengembangan GoPlay dari platform video sesuai permintaan (video on demand/VoD) menjadi platform interaktif tak terlepas dari tingginya permintaan. Baik penyelenggara acara maupun penonton mengharapkan platform yang mampu menghadirkan interaksi intim.

Senada dengan Calvin, Head of LOKET Bagus Utama juga terus berinovasi untuk menarik minat penyelenggara acara, tak terkecuali musisi yang akan menggelar konser daring. Salah satu inovasi yang berhasil dilakukan adalah LOKET Live yang mengintegrasikan streaming video dalam satu platform Loket.com.

"Sejumlah inovasi LOKET berhasil mendukung 8.000 penyelenggara event dari 10.000 event online selama 2020," tuturnya.

Pendapat berbeda datang dari Country Head - Indonesia Viu Varun Mehta. Dia menyebut pihaknya tak tertarik untuk terjun mengembangkan platform interaktif. Walaupun potensial, menurutnya, platform untuk menyelenggarakan acara secara daring sudah cukup memadai atau banyak pilihannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik platform
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top