Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Milenial Cenderung Kurang Produktif Jika WFH, Ini Penyebabnya

Padahal, seiring pandemi berlanjut, banyak perusahaan dan bisnis masih menerapkan model kerja-dari-rumah. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, kaum milenial menghadapi masalah kesehatan dan kurangnya fokus dalam bekerja. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  02:25 WIB
Ilustrasi work from home - istimewa
Ilustrasi work from home - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Generasi milenial umumnya merasa sangat kesulitan untuk bekerja dari jarak jauh.

Padahal, seiring pandemi berlanjut, banyak perusahaan dan bisnis masih menerapkan model kerja-dari-rumah. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, kaum milenial menghadapi masalah kesehatan dan kurangnya fokus dalam bekerja. 

Berikut alasan mereka kurang menyukai WFH seperti dilansir dari Times of India:

1. Merasa kurang Produktif Selama WFH

?Generasi milenial menghadapi masa sulit dengan bekerja dari rumah. Mereka merasa kurang terhubung dengan tim dan atasan mereka dan menghadapi kesulitan dalam mencoba berkomunikasi secara tepat dengan rekan kerja mereka. Koneksi virtual mungkin terbukti efisien dalam situasi tertentu, tetapi sama sekali tidak efektif untuk milenial, terutama ketika berinteraksi dengan tim mereka dengan mudah.

2. Meningkatkan perasaan cemas

Telah dilaporkan bahwa kaum milenial merasa jauh lebih cemas dan terkuras energinya saat harus bekerja dari rumah. Kurangnya komunikasi mereka menimbulkan kecemasan, keraguan diri, tanda-tanda depresi dan masalah harga diri. Sebagian besar dari mereka sangat meragukan kemampuannya sebagai individu pekerja karena seringkali mereka tidak mendapatkan status laporan pekerjaannya.

3. Tidak bisa mendapatkan bimbingan di saat-saat genting

?Dapat dimengerti bahwa manajer tim dan atasan tidak dapat berada di sekitar setiap saat untuk menjaga kesejahteraan karyawannya karena tekanan dan permintaan akan pekerjaan lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan fisik kantor. Namun, kaum milenial menghadapi beban paling berat karena mereka tidak memiliki sosok penuntun yang dapat membantu mereka ketika keadaan menjadi sulit di pihak mereka. Mereka tidak dapat berkomunikasi secara bebas dengan manajer mereka.

4. Domain kerja tidak cukup baik

Generasi milenial memiliki masalah yang lebih besar saat bekerja dari rumah, karena bagi sebagian orang, tinggal di rumah sepanjang waktu bersama keluarga dapat menjadi ancaman serius bagi privasi mereka yang sangat dibutuhkan. Lebih lanjut, mereka mungkin berdesakan di ruangan kecil yang bekerja sepanjang hari untuk memenuhi tuntutan produktivitas yang lebih tinggi di tempat kerja.

Studi di seluruh dunia menunjukkan bahwa kaum milenial menghadapi masalah terbesar dalam beradaptasi dengan lingkungan terpencil mereka, dengan orang tua dan keluarga menghalangi kemandirian dan kebebasan mereka. Sederhananya, 'rumah mereka membuat mereka gila.'

5. Kebutuhan untuk merasa terkendali

?Terjebak di rumah mereka, dan karena komunikasi yang tidak memadai dengan teman sebaya, kaum milenial ini membenci perasaan tidak memegang kendali. Generasi dewasa ini memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk mengontrol tetapi karena gangguan di lingkungan mereka saat ini, mereka kehilangan fokus dan konsentrasi. Mereka menganggap periode ini sebagai momen krisis di mana mereka kehilangan tahun-tahun puncak aktivitas dan produktivitas kerja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tips Karir wfh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top