Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awasi Gejala Akut Hipertensi Sebelum Suntik Vaksin Covid-19

President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH) Tunggul Diapari Situmorang mengatakan apabila tidak ada hal akut mendadak atau tekanan darah tidak melebihi 180/110 mmHg pada pasien maupun penyintas hipertensi, maka mereka boleh menerima vaksin Covid-19.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  20:27 WIB
Ilustrasi - Wowamazing
Ilustrasi - Wowamazing

Bisnis.com, JAKARTA - Orang dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi saat ini diperbolehkan menerima vaksin virus corona (Covid-19). Kendati demikian, ada syarat yang harus dipenuhi.

President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH) Tunggul Diapari Situmorang mengatakan apabila tidak ada hal akut mendadak atau tekanan darah tidak melebihi 180/110 mmHg pada pasien maupun penyintas hipertensi, maka mereka boleh menerima vaksin Covid-19.

"Tekanan darah harus dikontrol dengan baik harus dilakukan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien dalam 3 bulan," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Sudah jelas katanya jika tekanan darah tinggi yang melebihi 180/110 mmHg, bisa terjadi hal darurat seperti pecah pembuluh darah otak, gagal ginjal, gagal jantung, bahkan tanpa vaksin sekalipun.

General Secretary InaSH dr. Eka Harmeiwaty menambahkan ada baiknya sebelum vaksinasi pasien hipertensi mengukur tekanan darahnya dan melakukan pemeriksaan atau anamnesis apakah mengalami gejala akut seperti nyeri dada, nyeri jantung, sakit kepala hebat, atau mulut mencong dalam 2 minggu. "Kami rekomendasi untuk melakukan pengecekan anamnesis untuk lihat gejala akut terutama struk," tegasnya.

Bukan hanya orang dengan hipertensi, masyarakat secara umum penting melakukan pemeriksaan sebelum divaksin. Hal ini karena banyak masyarakat menganggap walau tensi tinggi dan tidak ada gejala, itu bukanlah suatu penyakit sehingga mereka tidak minum obat pengontrol darah.

Chairman of Organizing Committee 15th Annual Scientific Meeting of InaSH dr. Frits Reinier Wantian Suling menambahkan tidak perlu melakukan medical check up secara menyeluruh sebelum melakukan vaksin. Adapun yang penting bahwa pasien hipertensi harus rutin meminum obatnya sehingga ketika datang untuk divaksin, tekanan darahnya dalam kondisi normal.

Penting juga untuk tidak stres atau melakukan aktivitas tinggi sesaat sebelum divaksin agar tekanan darah stabil. "Kadang mereka stres atau terburu-buru sehingga tekanan darah tinggi. Tunggu 30 menit sampai 1 jam agar stabil kembali," imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Kerja Penelitian dan Registri dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro berkata pentingnya melakukan pemeriksaan pasca terinfeksi Covid-19 pada pasien hipertensi. Pasalnya dari beberapa kasus, ada dampak lanjutan yang ditimbulkan Covid-19 pada tubuh pasien. "Ada gangguan fungsi paru, pembekuan darah, fungsi jantung meski tidak besar," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top