Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbukti, Obesitas Picu Lebih Banyak Kematian Akibat Covid-19

Temuan itu telah mendorong seruan kepada pemerintah untuk segera mengatasi obesitas, serta memprioritaskan orang yang kelebihan berat badan untuk vaksinasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  10:08 WIB
Ilustrasi obesitas - Istimewa
Ilustrasi obesitas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Negara dengan tingkat orang yang kelebihan berat badan tinggi, seperti Inggris dan AS, memiliki tingkat kematian tertinggi akibat Covid-19, menurut hasil penelitian.

Temuan itu telah mendorong seruan kepada pemerintah untuk segera mengatasi obesitas, serta memprioritaskan orang yang kelebihan berat badan untuk vaksinasi.

Sekitar 2,2 juta dari 2,5 juta kematian akibat Covid terjadi di negara-negara dengan tingkat penderita kelebihan berat badan yang tinggi, menurut laporan dari Federasi Obesitas Dunia. Negara-negara seperti Inggris, AS, dan Italia, di mana lebih dari 50 persen orang dewasa kelebihan berat badan, memiliki proporsi kematian terbesar yang terkait dengan Virus Corona.

Masalahnya bukan hanya obesitas, tetapi tingkat berat badan yang dianggap banyak orang normal di banyak negara saat ini juga bermasalah. Angka kematian 10 kali lebih tinggi pada mereka yang lebih dari setengah orang dewasa memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25kg/m2. Angka itu merupakan batas berat badan normal.

Orang yang kelebihan berat badan harus diberikan prioritas lebih besar untuk vaksinasi dan tes karena peningkatan risiko kematian, menurut Federasi Obesitas Dunia.

Di antara negara-negara yang  lebih dari setengah populasi orang dewasa kelebihan berat badan seperti Belgia, memiliki tingkat kematian tertinggi, diikuti oleh Slovenia dan Inggris. Sedangkan, Italia dan Portugal berada di urutan ke-5 dan ke-6 dan AS di urutan ke-8.

Vietnam, sebaliknya, memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 terendah di dunia dan tingkat kelebihan berat badan terendah kedua dalam populasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan laporan itu menjadi seruan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk mengatasi obesitas dan kesehatan buruk yang ditimbulkannya.

“Korelasi antara obesitas dan tingkat kematian akibat Covid-19 jelas dan menarik,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Investasi bidang kesehatan masyarakat dan tindakan internasional yang terkoordinasi untuk mengatasi akar penyebab obesitas adalah salah satu cara terbaik untuk membangun ketahanan dalam sistem kesehatan pasca-pandemi, katanya. Karena itu, dia mendesak semua negara untuk memperhatikan temuan itu, katanya seperti dikutip TheGuardian.com

Faktor terbesar dalam jumlah kematian adalah usia, kata laporan itu, tetapi kelebihan berat badan menempati urutan kedua. Keduanya meningkatkan risiko orang ketika mereka tertular penyakit menular seperti flu.

“Kami terkejut melihat korelasi yang sangat tinggi antara proporsi orang dewasa yang kelebihan berat badan dan kematiannya akibat Covid-19,” kata Tim Lobstein, penulis laporan penelitian dan mantan penasihat WHO dan Kesehatan Masyarakat Inggris.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top