Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Panturas Suguhkan Langgam Baru di Lagu Tafsir Mistik

Awal Maret ini grup band The Panturas merilis lagu tunggal kedua bertajuk Tafsir Mistik, yang mereka suguhkan dengan nada Melayu dipadukan harmoni gitar musik Gipsi yang unik dan Arabik.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  18:16 WIB
Sampul lagu tunggal kedua The Panturas 'Tafsir Mistik'.  - Antara
Sampul lagu tunggal kedua The Panturas 'Tafsir Mistik'. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Awal Maret ini grup band The Panturas merilis lagu tunggal kedua bertajuk Tafsir Mistik, yang mereka suguhkan dengan nada Melayu dipadukan harmoni gitar musik Gipsi yang unik dan Arabik.

Pada lagu tunggal perdananya Balada Semburan Naga yang rilis akhir 2020 mereka mengawinkan melodi kolosal Mandarin dengan celotehan cablak tembang gambang kromong Betawi.

Tafsir Mistik menyuguhkan simfoni yang baru dan segar, The Panturas mengubah kebiasaan lama yang membawakan nomor-nomor surf rock bertempo cepat dengan menciptakan sesuatu yang relatif lebih lambat bahkan tergolong mendayu.

Lagu ini juga termasuk salah satu karya The Panturas yang beritme paling pelan.

"Buat kami ini gaya baru karena memainkan kord gitar yang terus berganti tangga nada. Dengan intro Melayu lalu di bagian tengah dimasuki karakter musik Gipsi/Balkan. Kami tidak ingin menjadi monoton dengan menciptakan lagu-lagu surf rock yang puritan," ujar bassis Bagus 'Gogon' Patria seperti dikutip Antara, Jumat (5/3/2021).

Vokalis dan gitaris Abyan Zaki Nabilio atau Acin mengatakan terinspirasi dari Django Reinhardt, seorang pemain gitar gypsy-jazz asal Prancis yang tersohor di era pasca-Perang Dunia II dalam menulis lagu tersebut.

Ia mengaku terobsesi sehingga dorongan kreatif yang timbul dirasakan bersifat personal. Ia yang membuat kerangka dasar, berkutat dengan solo gitar dan juga memikirkan liriknya.

Acin mengatakan, melalui lagu ini bandnya memastikan kalau surf rock juga mampu menerabas batas-batas klasifikasi sebagai suatu genre musik.

Untuk lirik, Acin menggali keresahan yang tak kalah personal. Ia mengangkat problematika sosial, terutama dengan banyak bertebarannya para pemikir karbitan era sosial media.

"Yang merasa idealisme mereka paling benar. Tidak melihat kepada relativisme budaya bahwa benar atau salah itu tergantung dari kacamata kita masing-masing, bukan sesuatu hal yang mutlak. Daripada menghakimi, mendingan kita menghargai proses bagaimana mereka bisa mencapai pemahaman benar atau salah tersebut," kata Acin.

Selain mencapai level baru dalam penulisan musik, rilisnya lagu ini juga menafsirkan misteri perihal album penuh kedua The Panturas yang digadang-gadang akan meluncur pada pertengahan 2021.

Akan menyusul juga dalam waktu dekat sebuah video musik yang bakal membuat keantikan lagu Tafsir Mistik terasa semakin hidup dalam pandangan visual.

"Kami akan merayakan keragaman budaya. Ibarat sebuah kapal yang tengah mengarungi archipelago Nusantara, musik yang tersaji nomadik jenisnya, dari Broadway sampai ke Semenanjung Arab. Fusion dari surf rock, punk, garage, waltz, Mandarin, Balkan, hingga ritmik Melayu," ujar Gogon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup band musik indonesia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top