Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Kematian akibat Covid-19 pada Laki-Laki Lebih Tinggi dari Perempuan

Hal tersebut disampaikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 dalam temu wicara bertema Covid-19 Dalam Angka: Pembelajaran Berharga Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  22:02 WIB
Mutasi virus corona B117 - istimewa
Mutasi virus corona B117 - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Risiko kematian bagi laki-laki lebih tinggi 1,4 kali dibandingkan dengan perempuan saat terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 dalam temu wicara bertema Covid-19 Dalam Angka: Pembelajaran Berharga Covid-19.

"Sebanyak 60 persen itu memang yang meninggal kebanyakan laki-laki dibandingkan perempuan meskipun yang terinfeksi hampir mirip sebesar 50 persen," kata Ketua Tim Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah seperti dilansir Antara, Rabu (10/3/2021).

Ahli epidemiologi dan pakar informatika penyakit menular Indonesia itu menjelaskan bahwa lebih besarnya tingkat kematian laki-laki itu sama trennya dengan di seluruh dunia.

Dari sisi usia, lanjut dia, usia 19 tahun hingga 59 tahun mendominasi kasus terkonfirmasi Covid-19. Kelompok usia tersebut merupakan usia produktif yang paling banyak keluar rumah.

Namun, tingkat kematian kasus Covid-19 lebih didominasi oleh usia di atas 60 tahun.

"Jadi, ini dua hal yang berkebalikan, kita tahu yang paling banyak terinfeksi kelompok yang produktif, tapi yang fatalitas lebih tinggi mereka yang berusia lebih lanjut," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan bahwa berdasarkan kelompok umur, sebesar 55-70 persen kasus terkonfirmasi positif berasal dari kelompok usia 6-45 tahun. Sementara kematian paling banyak terjadi pada kelompok usia di atas 46 tahun, yakni 60 sampai 87 persen.

Di samping itu, jika dilihat dari penyakit komorbid atau penyerta jika seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 memiliki satu komorbid maka tingkat risiko kematian sebesar 6,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak punya komorbid.

"Bila komorbidnya dua, misalnya ada penyakit penyerta diabetes dan hipertensi maka risikonya naik menjadi 15 kali lipat," katanya.

Ketika lebih dari dua komorbid, terutama pada orang-orang berusia lanjut maka risiko kematiannya naik menjadi 29 kali lipat. "Jadi, jumlah komorbid sangat berpengaruh," kata Dewi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kematian Virus Corona Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top