Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cara Tes Gejala Long Covid-19

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah mengalami gejala panjang yang disebut long Covid-19 itu. Menjadi pertanyaan, apakah kita mendeteksi gejala tersebut.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  10:47 WIB
Warga menjalani tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.
Warga menjalani tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.

Bisnis.com, JAKARTA - Tak sedikit penyintas Covid-19 yang mengalami efek jangka panjang pasca infeksi. Gejala tersebut bisa bertahan selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah mengalami gejala panjang yang disebut long Covid-19 itu. Menjadi pertanyaan, apakah kita mendeteksi gejala tersebut. 

Melansir Express UK, Selasa (23/3/2021), sejauh ini ada dua tes utama untuk mendeteksi virus corona yang meliputi aliran lateral (LFD) dan reaksi rantai polimerase (PCR).

Tes PCR memungkinkan para ilmuwan untuk mencari materi genetik virus selama tes laboratorium. Sementara tes LFD mencari antigen yang dihasilkan oleh virus dan memberikan hasil yang cepat.

Tes antibodi juga tersedia, dan ini dapat mendeteksi apakah orang pernah terkena virus sebelumnya. Oleh karena itu, tes ini dinilai bisa digunakan untuk memeriksa orang yang diduga mengalami long Covid.

Namun, para ahli menemukan tingkat antibodi dengan cepat turun setelah infeksi alami, sehingga tes ini menjadi kurang efektif dari waktu ke waktu. Cara terbaik bagi orang untuk mengetahui apakah mereka long Covid adalah dengan memeriksa gejalanya.

Gejala long Covid meliputi kelelahan yang ekstrim, sesak napas, nyeri dada atau sesak, masalah memori dan konsentrasi (kabut otak, kesulitan tidur, palpitasi jantung, pusing, pin dan jarum, nyeri sendi, depresi dan kecemasan, tinnitus, sakit telinga, merasa sakit.

Kemudian diare, sakit perut, kehilangan selera makan, suhu tinggi, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, perubahan indra penciuman atau perasa, dan ruam.

Apabila mengalami gejala ini empat minggu setelah infeksi, disarankan memeriksakan diri ke penyedia layanan kesehatan. Dokter nantinya akan memeriksa gejala dan bertanya tentang dampak yang mereka alami.

Dokter kemudian akan melakukan serangkaian tes lain untuk kesehatan mereka. Seperti tes darah, tes tekanan darah, atau detak jantung dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah. Dokter juga dapat meminta rontgen dada untuk memeriksa paru-paru.

Jika dokter menyimpulkan bahwa long Covid menyebabkan gejala yang melemahkan, mereka dapat menawarkan berbagai dukungan. Menurut NHS, dokter kemungkinan akan memantau gejala ini di rumah atau rujukan rehabilitasi. "Orang dengan masalah kesehatan mental yang parah mungkin bisa mendapatkan rujukan terapi," sebut NHS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Rapid Test
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top