Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bolehkah Mengonsumsi Painkiller Sebelum atau Sesudah Vaksinasi?

Obat penghilang rasa sakit tertentu yang menargetkan peradangan, termasuk ibuprofen (Advil, Motrin, dan merek lain) mungkin mengekang respons kekebalan.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  10:14 WIB
Ilustrasi: Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com
Ilustrasi: Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA — Obat penghilang rasa nyeri (painkiller) kini mudah didapat dan sangat membantu bagi pengguna untuk menghilangkan berbagai rasa nyeri. Namun, dapatkah kita mengonsumsi obat penghilang rasa sakit sebelum atau sesudah vaksin Covid-19?

Yang terbaik adalah menghindarinya, kecuali Anda secara rutin meminumnya untuk kondisi atau alasan medis.

Meskipun buktinya terbatas, beberapa obat penghilang rasa sakit mungkin mengganggu hal yang coba dilakukan oleh vaksin: menghasilkan respons sistem kekebalan yang kuat.

Vaksin bekerja dengan mengelabui tubuh agar mengira bahwa ia memiliki virus dan memasang pertahanan untuk melawannya. Hal itu dapat menyebabkan nyeri lengan, demam, sakit kepala, nyeri otot, atau gejala peradangan sementara lainnya yang dapat menjadi bagian dari reaksi tersebut.

“Gejala-gejala ini berarti sistem kekebalan Anda meningkat dan vaksinnya bekerja,” kata dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS seperti dikutip www.sandiegouniontribune.com dari AP, bebebrapa waktu lalu.

Obat penghilang rasa sakit tertentu yang menargetkan peradangan, termasuk ibuprofen (Advil, Motrin, dan merek lain) mungkin mengekang respons kekebalan.

Sebuah studi pada tikus di Journal of Virology menemukan obat ini dapat menurunkan produksi antibody—zat bermanfaat yang menghalangi virus menginfeksi sel.

Menurut Jonathan Watanabe, seorang apoteker di University of California, Irvine, Jika Anda sudah mengonsumsi salah satu dari obat-obatan tersebut untuk alasan kesehatan, Anda tidak boleh berhenti sebelum mendapatkan vaksin— setidaknya bertanya kepada dokter Anda.

Orang tidak boleh menggunakan obat penghilang rasa sakit sebagai tindakan pencegahan sebelum mendapatkan vaksin kecuali jika dokter memperbolehkannya. Hal yang sama berlaku untuk setelah vaksinasi.

Jika Anda benar-benar membutuhkannya, asetaminofen (Tylenol), Watanabe menuturkan, "Lebih aman karena tidak mengubah respons kekebalan Anda.”

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top