Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Tidak akan Cegah Munculnya Gelombang ke 4 Covid-19 di Jepang

Para peneliti dari Universitas Tsukuba menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan penyebaran infeksi di Tokyo setelah keadaan darurat dicabut pada 21 Maret 2021.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  09:11 WIB
Orang-orang bermasker berfoto di dpean Api Olimpiade Tokyo 2020 yang dipajang di luar stasiun kereta Sendai di Prefektur Miyagi setelah tiba dari Yunani. - Antara/AFP\\r\\n
Orang-orang bermasker berfoto di dpean Api Olimpiade Tokyo 2020 yang dipajang di luar stasiun kereta Sendai di Prefektur Miyagi setelah tiba dari Yunani. - Antara/AFP\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah tim peneliti Jepang menyebutkan vaksinasi virus corona yang tengah berlangsung tampaknya hanya membatasi dampak dalam beberapa bulan ke depan menekan kemungkinan lonjakan di ibu kota, Tokyo.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Selasa (30/3/2021), para peneliti dari Universitas Tsukuba menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan penyebaran infeksi di Tokyo setelah keadaan darurat dicabut pada 21 Maret 2021.

Mereka mengasumsikan bahwa jumlah peningkatan kasus sama dengan musim panas tahun lalu, setelah keadaan darurat pertama dicabut.

Studi itu menunjukkan bahwa, tanpa vaksinasi, ibu kota akan mengalami puncak gelombang keempat dengan 1.850 kasus baru per hari pada pertengahan Mei.

Jika Tokyo mulai memvaksinasi sekitar 35.000 lansia setiap hari atau 0,3 persen dari seluruh populasinya, jumlah kasus harian mungkin akan mencapai puncaknya sebanyak 1.650 pada Mei. Hanya turun 10,8 persen dari skenario tanpa vaksin.

Jika vaksinasi dipercepat hingga mencakup sekitar 115.000 orang setiap hari atau 1 persen dari populasi Tokyo, puncak kasus harian akan mencapai sekitar 1.540. Jumlah itu merupakan penurunan 16,8 persen.

Skenario simulasi tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi kemungkinan tidak dapat mencegah gelombang keempat.

Profesor Universitas Tsukuba Kurahashi Setsuya mengatakan dampak vaksinasi untuk membendung infeksi baru bisa terlihat setelah Juli jika pelaksanaannya berjalan lancar.

Dia mengatakan sangat penting untuk melanjutkan langkah preventif mendasar, seperti mencegah penularan melalui percikan ludah saat makan bersama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokyo Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top