Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisa Sebabkan Kebutaan, Ini Penyebab Terjadinya Glaukoma, Termasuk Obat Tetes Mata

Sejak diagnosis pertama, glaukoma biasanya memerlukan perawatan seumur hidup. Sayangnya, hampir semua jenis glaukoma tidak memiliki gejala awal. Bahkan efeknya muncul secara perlahan, bisa saja penderita tak sadar bahwa penglihatan mulai berkurang hingga kondisi semakin parah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  18:45 WIB
Ilustrasi mata - istimewa
Ilustrasi mata - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -Glaukoma merupakan gangguan mata berupa kerusakan saraf optik secara permanen. Hal ini terjadi karena dipicu oleh tekanan tinggi yang tidak normal pada mata. Lebih sering dialami oleh orang lanjut usia (lansia), namun tak menutup kemungkinan bisa menyerang kaum muda. Glaukoma sendiri bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Sejak diagnosis pertama, glaukoma biasanya memerlukan perawatan seumur hidup. Sayangnya, hampir semua jenis glaukoma tidak memiliki gejala awal. Bahkan efeknya muncul secara perlahan, bisa saja penderita tak sadar bahwa penglihatan mulai berkurang hingga kondisi semakin parah.

Di Indonesia glaukoma telah jadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berbeda dengan katarak, masih bisa dioperasi, namun glaukoma tidak bisa disembuhkan. Pasalnya kerusakan terjadi pada saraf mata.

Para dokter ahli mata berpendapat kerusakan saraf mata kemungkinan dipicu oleh peningkatan tekanan yang diberikan. Tekanan bola mata yang normal adalah sekitar 10-21 mmHg, jika melebihi batas itu maka berisiko terkena glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen.

Selain itu, hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya glaukoma dipicu oleh beberapa faktor. Seperti produksi cairan berlebih, cairan ini diproduksi di siliaris, bagian mata berbentuk lingkaran yang terletak di belakang iris.

Penyebab glaukoma mata selanjutnya adalah rabun jauh ekstrem atau high myopia. Yakni kondisi mata yang memiliki minus di atas enam (-6,00 Diopter). Myopian Institutes menjelaskan, saat rabun jauh memburuk, lapisan saraf retina akan rentan mengalami kerusakan. Begitupun yang terjadi pada makula, bagian dari retina bagian belakang mata.

Trauma akibat cedera mata pun berdampak pada keseimbangan produksi air dan sistem drainase pada mata. Hal ini justru berisiko tinggi menyebabkan hipertensi okular atau bola mata mengalami peningkatan tekanan.

Gangguan ini juga bisa diakibatkan oleh efek samping obat-obatan, tetes mata misalnya. Risikonya membuat pupil membesar sehingga meningkatkan tekanan pada bola mata.

Selain hal-hal tersebut, gaukoma juga berpotensi dialami orang yang mengalami kondisi seperti berusia lebih dari 60 tahun, punya riwayat penyakit mata, misalnya rabun jauh atau rabun dekat. Lalu menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau serangan jantung. Pernah menjalani operasi di bagian mata, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buta glaukoma

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top