Perusahaan vaksin dari China, CanSino Bio./Istimewa
Health

Fakta-fakta Vaksin Sinopharm dan Cansino yang Masuk dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Mia Chitra Dinisari
Kamis, 20 Mei 2021 - 16:15
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN akan menyediakan vaksin Covid-19 untuk 12,5 juta orang melalui program vaksin Gotong Royong yang diselenggarakan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hingga akhir tahun.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan sudah ditugaskan ke Kementerian Kesehatan mengenai berbagai jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia. Khusus vaksin gotong royong pemerintah menyiapkan dua merek yakni Sinopharm dan CanSino.

Pemerintah melalui BUMN Bio Farma sudah mendapatkan komitmen dari pabrikan Sinopharm untuk mendapatkan 15 juta dosis atau dosis untuk 7,5 juta orang, dari Mei hingga Desember 2021.

"Kami juga push CanSino 5 juta dosis untuk 5 juta orang karena hanya untuk satu suntikan. Total 12,5 juta vaksin untuk gotong royong, kami juga tidak menutup kerja sama vaksin dari negara lain," katanya.

Seperti diketahui, BPOM telah menerbitkan izin darurat penggunaan vaksin Sinopharm pada 29 April 2021 lalu, sedangkan vaksin Cansino belum mendapatkan izin darurat penggunaan. Berikut fakta-fakta kedua vaksin yang masuk dalam program vaksin gotong royong tersebut:

1. Vaksin Sinopharm

Organisasi kesehatan dunia WHO memasukkan vaksin Corona buatan Sinopharm ke dalam Emergency Use Listing (EUL) pada 8 Mei 2021, sekaligus menjadi vaksin Corona pertama buatan China yang mendapat persetujuan WHO.

Di Indonesia, vaksin Sinopharm mendapat Emergency Use Authorization (EUA) pada 29 April 2021 dengan nomor EUA2159000143A2 untuk vaksin dengan kemasan 1 vial berisi 0,5 ml (1 dosis) vaksin. Vaksin ini didatangkan oleh Kimia Farma dan ditujukan untuk program vaksinasi 'mandiri' gotong royong.

Untuk pengadaan vaksin, pemerintah Indonesia telah melakukan kontrak pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis, dari komitmen sebanyak 15 juta dosis.

Dikembangkan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) yang diberi nama BBIPB-Corv. Vaksin Sinopharm juga disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) dengan jenis inactivated, yakni yang diproduksi dari partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito mengatakan hasil uji klinis tahap ketiga menunjukkan bahwa efikasi vaksin Sinopharm adalah sebesar 78 persen. Jumlah ini sudah melampaui standar efikasi minimal yang ditetapkan oleh WHO, yaitu sebesar 50 persen.

Efek samping lokal ringan dengan frekuensi kejadian sebesar 0,01 persen berupa bengkak, rasa sakit, kemerahan. Kemudian, efek samping samping sistemik dengan frekuensi kejadian sebesar 0,01 persen sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk.

2. Vaksin Cansino

Cansino mengembangkan vaksin dengan metode vektor virus, yang memuat antigen dari virus corona pada patogen penyebab dingin yang tidak berbahaya yang disebut adenovirus. Ini menjadi yang pertama di dunia yang memulai uji klinis pada manusia.

Inokulasi dikembangkan bersama oleh militer China dan perusahaan bioteknologi CanSino Biologics Inc. yang berbasis di Tianjin.

Vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi China Cansino disebutkan efektif mencegah virus corona sebesar 65,7 persen. Hasil efikasi dari uji klinis itu, sama dengan kemanjuran vaksin sekali pakai Johnson & Johnson. Vaksin ini pun hanya memerlukan satu kali dosis suntikan.

CanSino Biologics Inc (6185.HK) China, mengatakan bahwa tidak ada kasus pembekuan darah yang serius yang dilaporkan pada orang yang diinokulasi dengan vaksin COVID-19 dosis tunggal.

Belum mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM dan baru mendapatkan izin darurat dari Hungaria.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro