Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dosis Ketiga Vaksin Sinovac akan Tingkatkan Antibodi 10 kali Lipat dalam Seminggu?

Sinovac akan melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan lebih lama untuk menentukan waktu terbaik untuk menerima booster untuk masyarakat umum.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  08:53 WIB
Vaksin Sinovac - ugm.ac
Vaksin Sinovac - ugm.ac

Bisnis.com, JAKARTA - Dosis ketiga vaksin tidak aktif Sinovac akan meningkatkan respons antibodi sepuluh kali lipat dalam seminggu, menurut uji klinis fase kedua. Tetapi, adopsi dosis ketiga dalam skala besar masih membutuhkan lebih banyak penelitian.

Yin Weidong, kepala produsen vaksin China Sinovac, mengatakan kepada China Central Television pada hari Sabtu bahwa perusahaan baru-baru ini menyelesaikan uji klinis fase kedua, yang menunjukkan bahwa ketika sukarelawan yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 Sinovac menerima suntikan ketiga setelah tiga dan enam bulan, respons antibodi di dalam tubuh mereka bisa melonjak sepuluh kali lipat dalam seminggu dan dua puluh kali lipat dalam 15 hari.

Namun, Sinovac akan melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan lebih lama untuk menentukan waktu terbaik untuk menerima booster untuk masyarakat umum.

"Setelah menyelesaikan dua suntikan, tubuh kita sudah menghasilkan memori kekebalan. Adapun kapan suntikan ketiga akan dibutuhkan, tolong beri peneliti lebih banyak waktu untuk mempelajarinya," kata Yin dilansir dari Global Times.

Terkait apakah Sinovac memiliki vaksin baru untuk melindungi dari varian yang bermutasi, juru bicara Sinovac Liu Peicheng mengatakan bahwa studi tentang imunogenisitas dari varian strain sedang dilakukan.

Liu mengatakan vaksin yang tidak aktif memiliki rute proses yang matang. Secara teori, mengubah regangan tidak mengharuskan rute ini diubah. Sinovac akan melakukan uji coba skala kecil untuk memastikan apakah rute proses yang ada dapat mencapai produksi vaksin yang efektif terhadap varian baru yang bermutasi.

Ada diskusi tentang apakah orang yang disuntik akan membutuhkan booster di masa depan. Otoritas kesehatan China mengatakan mereka akan menentukan kapan harus memberikan suntikan booster untuk COVID-19 berdasarkan analisis kelompok yang divaksinasi awal untuk memerangi ancaman strain mutan.

Data dari orang yang divaksinasi enam bulan lalu sekarang sedang dianalisis, dan hasil awal menunjukkan bahwa tingkat antibodi untuk sekitar setengah dari mereka masih baik, Shao Yiming, seorang dokter terkemuka dan ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada media sebelumnya. .

"Dengan dukungan data ilmiah, kami akan menentukan kapan orang yang sudah lama divaksinasi harus diberikan suntikan booster," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top