Statin, obat penurun kolesterol jahat. /creakyjoints.org
Health

Catat! Obat Kolesterol Ini Bisa Kurangi Risiko Kanker Hingga 40 Persen

Jessica Gabriela Soehandoko
Kamis, 24 Juni 2021 - 18:38
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan dari hasil penelitian, obat jenis Statin dapat mengurangi risiko kanker yang cukup besar, yakni sebesar 40 persen.

Statin adalah obat yang paling banyak direkomendasikan dalam menurunkan kolesterol seseorang. Kini, penelitian baru mengungkapkan bahwa Statin juga dapat mengurangi risiko kanker

Berdasarkan dari penelitian European Heart Journal, menemukan bahwa jika dibandingkan dengan penggunan non-statin, mereka yang menggunakan obat tersebut memiliki risiko pengurangan kanker yang cenderung lebih besar, terutama jika mengkonsumsinya dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Secara lebih rinci, statin adalah kelompok obat yang membantu menurunkan kadar kolesterol low-density lipoprotein atau yang sering disebutkan dengan LDL. Kolesterol ini termasuk kedalam kolesterol jahat, dikarenakan terkumpul di dinding pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko untuk terkena serangan jantung.

Statin berperan dalam memberhentikan proses kolesterol LDL, dengan mengurangi produksi kolesterol jahat tersebut di dalam hati. Manfaat lainnya yakni dapat mengurangi risiko kanker.

Berdasarkan dari penelitian studi, mereka yang mengkonsumsi obat tersebut setidaknya 90 hari berturut-turut dapat mengurangi risiko kanker sebanyak 16%. Bukan hanya itu, sebanyak 26% bagi mereka yang mengkonsumsi statin, cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal.

Dr Kai-Hang Yiu, yakni peneliti utama, mengatakan bahwa temuannya dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran mengenai insiden kanker. Penelitiannya yang menyoroti hubungan gagal jantung dengan perkembangan kanke, dapat membantu dalam mengurangi kejadian serupa, yakni dengan menggunakan statin pada pasien.

Penelitian lain yakni dengan dikombinasikan dengan penelitian sebelumnya, juga ditemukan berpotensi dalam mengurangi risiko kanker. Namun, belum ada uji coba yang dirancang untuk menilai peran statin dalam praktik klinis. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk menilai efek potensial terapi statin pada risiko kanker, yakni dengan menggunakan bukti dari genetika manusia.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro