Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Komika Kiky Saputri Pastikan Acara Lapor Pak! Tidak Undang Saipul Jamil

Kiky menegaskan bahwa program tersebut bukanlah bagian dari Lapor Pak! dan itu merupakan acara lain bernama Bercanda Tapi Santai.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 September 2021  |  12:36 WIB
Komika Kiky Saputri Pastikan Acara Lapor Pak! Tidak Undang Saipul Jamil
pedangdut Saipul Jamil (Kanan). - Instagram @saipul_jamil_fc
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komika Kiky Saputri memastikan acara Lapor Pak! di Trans 7 tidak akan mengundang penyanyi dangdut Saipul Jamil. Hal ini disampaikannya langsung saat ada seorang warganet di Twitter bertanya soal kabar Saipul Jamil.

"Laporpak ga ngundang ipul kan? Plz," tulis akun @slms***. "ENGGA DONG," tulis Kiky Saputri di Twitter pada Minggu (5/9/2021).

Rasa penasaran netizen bermula dari beredarnya foto Saipul Jamil yang menjadi bintang tamu di program televisi. Saipul Jamil menggunakan seragam petugas penjara. Dalam foto tersebut terlihat ada Wendy Cagur, Ananda Omesh, dan Surya Insomnia mengenakan seragam garis-garis hitam dan putih layaknya tahanan.

Kiky menegaskan bahwa program tersebut bukanlah bagian dari Lapor Pak! dan itu merupakan acara lain bernama Bercanda Tapi Santai. "Itu bukan Lapor Pak, itu BTS. Itupun tidak jadi ditayangkan. Karena keberatan dari beberapa pihak talent. Foto yang beredar berasal dari Manager yang bersangkutan saat tapping," tulisnya.

Saipul Jamil dihukum penjara dalam dua kasus berbeda. Kasus pertama adalah pencabulan dengan hukuman tiga tahun penjara pada 2016. Hukumannya diperberat di Pengadilan Tinggi menjadi lima tahun. Hukuman itu ditambah tiga tahun lagi setelah ia terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebesar Rp 250 juta.

Sejumlah netizen masih kurang yakin dengan pernyataan Kiky Saputri. Mereka menduga keputusan itu hanya dari Kiky seorang. "Produser kami (LAPOR PAK) tidak akan mengundang," tulis Kiky ketika membalas komentar netizen lain. "Crew dan seluruh talent Lapor Pak sudah bersikap untuk tidak mengundang. Jadi tidak ada lagi 'kalau seandainya… kalau seandainya..' Karena kami memang tidak akan mengundang."

Keputusan kru dan talent Lapor Pak! disambut baik oleh netizen. Meski di bawah satu naungan stasiun televisi yang beberapa hari lalu menampilkan Saipul Jamil, netizen berharap program televisi lainnya bisa mengikuti jejak Lapor Pak.

"Seandainya program kemaren punya produser, crew dan talent yang bersikap sama seperti program lapor pak," tulis @sita***. "Aku suka nnton lapor pak, semoga bisa tetap jadi acara yang sehat," tulis @EkaD***. "Mantap, kirain yang ada Wendi nya tadi itu di acara Lapor Pak ternyata bukan.. Respect!! Acara komedi terfavorit saat ini," tulis @andr***.

Sejak Saipul Jamil bebas dari penjara, netizen beramai-ramai menandatangani petisi untuk memboikot Saipul Jamil tampil di televisi maupun YouTube. Petisi itu ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI agar melarang televisi mengundang Saipul Jamil. Hingga saat ini petisi berjudul Boikot Saipul Jamil mantan narapidana pedofilia, tampil di televisi nasional dan Youtube ini telah ditandatangani oleh lebih dari 367 ribu orang dan masih terus bertambah.

Sebelumnya, Arie Kriting juga telah menunjukkan sikapnya dengan tidak mengizinkan stasiun televisi yang menampilkan Saipul Jamil untuk menggunakan berbagai konten karyanya. "Saya tidak rela, tidak memberikan izin karya saya atau image saya untuk digunakan oleh media, baik media cetak ataupun media televisi yang memberikan ruang bagi seorang pelaku pedofil dan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur," kata Arie Kriting dalam video yang diunggahnya di Instagram pada Minggu, 5 September 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Saipul Jamil

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top