Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

9 Jenis Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin dari BPOM

Berikut penjelasan singkat tentang 9 jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin atau EUA dari BPOM. Mulai dari proses produksi, efikasi, hingga gejala KIPI.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 10 September 2021  |  14:33 WIB
Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan oleh berbagai negara - clinicaltrialsarena.com
Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan oleh berbagai negara - clinicaltrialsarena.com

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kebutuhan vaksin menangani pandemi Covid-19 demi mencapai herd immunity di Indonesia sangat besar. Simak 9 jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk itu, pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin dari berbagai sumber. Jalur yang terbanyak, yaitu melalui kerja sama dengan negara lain atau organisasi kesehatan skala internasional.

Saat ini, tercatat ada 9 jenis vaksin yang telah mendapat Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh BPOM. Vaksin-vaksin tersebut, yaitu CoronaVac (Sinovac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Janssen, dan Convidecia (CanSino).

Melansir situs pom.go.id, Berikut penjelasan singkat tentang 9 jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin atau EUA dari BPOM:

1. CoronaVac Sinovac

CoronaVac (Sinovac) merupakan vaksin pertama di Indonesia. Vaksin buatan Sinovac BioTech tersebut ini hadir pada awal Januari 2021 setelah melalui studi klinik fase 3. Aspek mutu vaksin juga telah dievaluasi mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar internasional penilaian mutu vaksin.

Sementara itu, efikasi vaksin CoronaVac memenuhi standar minimal yang ditetapkan WHO (minimal 50 persen). Hasil analisis uji klinik menunjukkan efikasi vaksin CoronaVac di Bandung sebesar 65,3 persen, di Turki 91,25 persen, serta di Brazil 78 persen. Pada uji klinik fase 3 di Bandung, data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik. Jumlah subjek yang memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut yaitu 99,74 persen setelah 14 hari penyuntikan dan 99,23 persen setelah 3 bulan.

Efek samping vaksin CoronaVac hanya bersifat ringan berupa nyeri, iritasi dan sedang berupa pembengkakan sistemik, nyeri otot, demam dan gangguan sakit kepala.


2. Vaksin Covid-19 Bio Farma

Vaksin buatan Bio Farma berasal dari Sinovac China yang hadir dalam bentuk bulk kemudian diolah di Bio Farma Bandung menjadi vaksin jadi. Bio Farma sudah memiliki fasilitas produksi untuk fill and finish vaksin Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM pfizer bio farma Sinovac Vaksin Covid-19 AstraZeneca moderna Vaksin Sputnik Vaksin Sinopharm Cansino
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top