Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati! Kekurangan Vitamin D dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Meskipun ada kemungkinan bahwa pasien dapat memperoleh manfaat dalam beberapa cara dari mencapai kadar vitamin D dalam darah yang lebih tinggi, informasi baru memberitahu kita bahwa manfaat terbesar bagi jantung kemungkinan akan terjadi di antara pasien yang kadar vitamin D-nya di bawah 15ng/ml
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 28 September 2021  |  10:03 WIB
Hati-hati! Kekurangan Vitamin D dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Kardiovaskular - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, menurut sebuah penelitian.  Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Nutrition Food Research, defisiensi vitamin D pada tikus yang menyebabkan disfungsi jantung oleh resistensi insulin miokard diselidiki.
 
Studi ini melihat hubungan sebab-akibat antara kekurangan vitamin D dan kelainan kardiometabolik. Dalam penelitian tersebut, melansir Express, Selasa (28/9/2021), tikus jantan diberi makan diet normal, diet kekurangan vitamin D atau diet tinggi lemak dan fruktosa tinggi selama total 20 minggu.
 
John Hopkins Medicine mengatakan, semakin banyak penelitian yang menunjukkan kekurangan vitamin D sebagai faktor risiko serangan jantung, gagal jantung kongestif, penyakit arteri perifer (PAD), stroke, dan kondisi yang terkait dengan penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
 
Dia menjelaskan, vitamin D bertindak sebagai hormon, yang mengatur lebih dari 200 gen di seluruh tubuh.
 
Sementara itu, Dr Erin Michos, direktur Pusat Kesehatan Kardiovaskular Wanita John Hopkins memeriksa dan menyumbangkan banyak data tentang kekurangan vitamin D dan jantung. Dia menyatakan bahwa meningkatkan kadar vitamin D menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
 
Dr Brent Muhlestein, co-direktur penelitian kardiovaskular di Intermountain Medical Center Heart Institute, mengatakan penelitian tersebut memberikan arah baru dimana pasien mungkin mendapat manfaat terbaik dari mengonsumsi suplemen vitamin D.
 
“Meskipun ada kemungkinan bahwa pasien dapat memperoleh manfaat dalam beberapa cara dari mencapai kadar vitamin D dalam darah yang lebih tinggi, informasi baru memberitahu kita bahwa manfaat terbesar bagi jantung kemungkinan akan terjadi di antara pasien yang kadar vitamin D-nya di bawah 15ng/ml,” kata Muhlestein.
 
“Saat kami terus mempelajari vitamin D dan jantung, kami berharap pada akhirnya mendapatkan informasi yang cukup sehingga kami dapat memberi tahu semua pasien secara spesifik apa yang harus mereka lakukan untuk mengurangi risiko jantung mereka sebanyak mungkin,” tambahnya.
 
Departemen Kesehatan Inggris merekomendasikan agar seseorang mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 10 mikrogram vitamin D sepanjang tahun apabila mereka:
·         Tidak sering berada di luar ruangan
·         Berada di institusi seperti panti jompo
·         Biasanya memakai pakaian yang menutupi sebagian besar kulit mereka saat berada di luar ruangan
Mereka juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsinya melebihi dosis yang dianjurkan.
 
“Mengkonsumsi terlalu banyak suplemen vitamin D dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terlalu banyak kalsium menumpuk di dalam tubuh (hiperkalsemia). Ini bisa melemahkan tulang dan merusak ginjal serta jantung,” kata NHS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit kardiovaskular vitamin d
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top