Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Hipotermia

Tanda dan gejala hipotermia tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Pada awalnya, hanya ada perasaan menggigil dan umumnya tidak nyaman. Cara mencegahnya adalah dengan memakai pakaian hangat dan menghidrasi diri.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 28 September 2021  |  10:42 WIB
Hipotermia
Hipotermia

Bisnis.com, JAKARTA – Tahukah Anda, kasus hipotermia paling sering dialami oleh orang yang sedang mendaki gunung? Ini terjadi karena semakin tinggi suatu tempat maka, suhu udara juga semakin rendah. Saat tubuh tidak mampu beradaptasi dengan perubahan suhu ini, maka orang tersebut dapat mengalami hipotermia.
 
Hipotermia adalah keadaan darurat medis dimana tubuh Anda kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkannya, menyebabkan penurunan suhu inti tubuh yang berbahaya. Seseorang dapat dikatakan mengalami hipotermia jika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi ini perlu segera ditangani, karena apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian.
 
Melansir Very Well Health, Selasa (28/9/2021), penyebab paling umum dari hipotermia adalah paparan lingkungan yang dingin. Lingkungan yang dingin tidak selalu berarti di luar ruangan; mereka yang di bawah anestesi mungkin lebih rentan terhadap hipotermia karena mekanisme termoregulasi yang berubah. Penyebab atau faktor risiko lain termasuk trauma atau luka operasi, kelelahan, dan keracunan alkohol. Untuk bayi, tidur di kamar tidur yang dingin bisa menjadi faktor risiko.
 
Tanda dan gejala hipotermia tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Pada awalnya, hanya ada perasaan menggigil dan umumnya tidak nyaman. Seiring perkembangannya, hipotermia menyebabkan peningkatan masalah dengan keterampilan motorik halus, kelelahan, kebingungan, kehilangan kesadaran, dan akhirnya kematian.
 
Mendapatkan diagnosis hipotermia membutuhkan pengukuran suhu yang akurat di bawah ambang batas tertentu. Kombinasi suhu aktual, tanda dan gejala pasien menentukan apakah hipotermia dianggap ringan, sedang, atau berat.
 
Untuk mencegah hipotermia, mengutip Halodoc, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

·  Mengonsumsi kalori dan cairan yang cukup
·  Berpakaian yang tepat saat musim dingin
·  Keluar dari air dingin secepatnya
·  Mengganti baju basah dengan baju kering sesegera mungkin
·  Melakukan pengawasan lebih pada lansia dan anak kecil
 
Lalu apa yang dapat Anda lakukan jika seseorang mengalami hipotermia? Hal paling utama adalah dengan menghentikan seseorang kehilangan panas tubuh. Yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Memindahkan orang tersebut  dari tempat yang dingin, idealnya ke tempat yang kering dan hangat
2. Melepaskan pakaian basah dan menggantinya dengan pakaian kering, selimut atau mantel kering
3. Melindungi orang tersebut dari tanah yang dingin jika Anda tidak bisa masuk ke dalam ruangan
4. Menghubungi bantuan untuk mendapatkan pertolongan medis


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cuaca musim dingin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top