Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Suplemen Ini dapat Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru

Suplemen beta karoten ternyata bisa memicu risiko kanker paru-paru jika dikonsumsi berlebihan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  13:13 WIB
Waspada, Suplemen Ini dapat Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru
Ilustrasi kanker paru - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Vitamin adalah nutrisi tambahan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang fungsi  tubuh. Vitamin dapat Anda temukan dalam makanan Anda, namun beberapa orang mengonsumsi suplemen makanan untuk meningkatkan asupannya.
 
Meskipun mereka dapat memberikan asupan nutrisi untuk tubuh, ternyata suplemen makanan tertentu, beta-karoten, disebutkan bisa meningkatan risiko kanker paru-paru.
 
World Cancer Research Fund (WCRF) memperingatkan, ada bukti kuat dari uji coba terkontrol secara acak bahwa suplemen beta-karoten dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada beberapa orang.  
 
Penggunaan beta-karoten telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang merokok atau yang telah terpapar asbes.
 
Seperti dilansir dari Express, Kamis (7/10/2021), satu studi terhadap 29.000 perokok pria menemukan peningkatan 18 persen pada kanker paru-paru pada kelompok yang menerima 20 mg beta-karoten sehari selama lima sampai delapan tahun.
 
Studi lain terhadap 18.000 orang menemukan 28 persen lebih banyak kanker paru-paru pada orang dengan riwayat merokok dan/atau paparan asbes. Orang-orang ini mengonsumsi 30 mg beta-karoten selain 25.000 Unit retinol (suatu bentuk vitamin A) sehari selama empat tahun.
 
Namun, satu penelitian terhadap 22.000 dokter pria, beberapa di antaranya perokok atau mantan perokok, tidak menemukan peningkatan kanker paru-paru. Orang-orang ini mengambil 50 mg beta-karoten setiap hari selama 12 tahun.
 
“Jika Anda merokok atau memiliki riwayat merokok atau paparan asbes, Anda tidak boleh mengonsumsi suplemen beta-karoten dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama,” Mayo Clinic memperingatkan.
 
Sementara itu, makanan yang kaya beta-karoten dianggap aman dan tampaknya menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan kemungkinan penyakit jantung.
 
Beta-karoten memberi warna kuning dan oranye pada buah dan sayuran. Ini berubah menjadi vitamin A dalam tubuh, sehingga dapat melakukan pekerjaan yang sama di dalam tubuh sebagai vitamin A.
 
Anda dapat menemukan sumber utama beta-karoten dalam sayuran kuning dan hijau (berdaun) seperti bayam, wortel, dan paprika merah, dan buah kuning seperti mangga, pepaya dan aprikot.
 
Menurut Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC), Anda harus bisa mendapatkan jumlah beta-karoten yang Anda butuhkan dengan makan makanan yang bervariasi dan seimbang.
 
“Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen beta-karoten, jangan mengonsumsi terlalu banyak karena ini bisa berbahaya,” saran DHSC.
 
Pastikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 7mg suplemen beta-karoten sehari kecuali disarankan oleh dokter.
 
Menurut WCRF, tidak ada bukti kuat bahwa suplemen makanan, selain kalsium untuk kanker kolorektal, dapat mengurangi risiko kanker.
 
“Bagi kebanyakan orang, konsumsi makanan dan minuman yang tepat lebih mungkin untuk melindungi terhadap kanker daripada suplemen makanan,” jelas mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan kanker paru-paru
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top