Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film Dokumenter Netflix Raincoat Killer, Sosok Pembunuh Berantai Asal Korea Selatan 

Film serial dokumenter berjudul Raincoat Killer diadaptasi dari peristiwa nyata yang terjadi di awal tahun 2000-an.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  20:05 WIB
Film Dokumenter Netflix Raincoat Killer adalah kisah nyata dari Korea Selatan - Netflix
Film Dokumenter Netflix Raincoat Killer adalah kisah nyata dari Korea Selatan - Netflix

Bisnis.com, JAKARTA - Yoo Young-chul merupakan seorang pembunuh berantai Korea Selatan yang dikenal sebagai "Pembunuh dalam Jas Hujan", dijadikan fokus pada serial dokumenter Netflix terbaru berjudul "The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea" yang baru saja rilis pada Jumat (22/10/2021) lalu. 

Melansir pada newsweek.com, Senin (25/10/2021), serial dokumenter tersebut hasil adaptasi pada kejadian nyata yang terjadi di awal tahun 2000-an. Dalam hasil akumulasi, Young Chul membunuh hampir 24 orang, dimana beberapa diantaranya dipukul sampai mati dengan palu. 

Serial yang memiliki total tiga episode dari hasil garapan sutradara/produser Amerika Rob Sixsmith, membongkar kasus ini melalui wawancara dengan berbagai orang yang terlibat dalam penyelidikan. 

Pada dokumenter ini akan menampilkan kesaksian dari keluarga korban, detektif, jaksa, dan ahli forensik. Pejabat lain yang ditampilkan pada serial ini termasuk profiler Kwon Il Yong, yang menganalisis kondisi mental Young Chul pada saat itu. 

Kemudian ada Kim Hee-sook, yang saat itu bertugas memimpin pemeriksaan apartemen studio Young Chul di sebuah gedung perkantoran/perumahan dan tempat pemakaman para korban.

Siapa 'Pembunuh Jas Hujan' Yoo Young Chul?

Menurut sebuah laporan kontemporer di Korea JoongAng, Yoo Young Chul adalah seorang pria pengangguran berusia 33 tahun dengan catatan kriminal ketika ditangkap pada Juli 2004. 

Young Chul mengakui perbuatannya atas serangkaian pembunuhan yang terjadi dalam rentang waktu September 2003 - Juli 2004, dengan sasaran para lansia dan pekerja panti pijat wanita. 

Pada catatan saat itu menunjukkan bahwa Young Chul pernah dihukum atas 14 tuduhan terpisah perampokan dan pemerkosaan sejak sekolah menengah. 

Sampai akhirnya Young Chul sempat menikah dengan seorang tukang pijat pada tahun 1992 dan bahkan memiliki seorang putra. Namun pada tahun 2002 dilaporkan bahwa istrinya mengajukan cerai saat Young Chul menjalani hukuman atas kasus pemerkosaan. 

Film Dokumenter Netflix Raincoat Killer korea

Pada laporan yang sama di tahun 2004, setelah dibebaskan dari penjara pada Desember 2002, Young Chul diketahui mulai berkencan dengan seorang wanita meskipun hubungan tersebut juga kandas setelah catatan kriminal yang dimilikinya terungkap. 

Young Chul memproklamirkan dirinya sebagai "orang pintar" yang mengaku memiliki IQ 140 dan dikenal karena berpura-pura sakit untuk mencoba mengelabui polisi seperti selama penangkapannya pada Desember 2002. 

Pada saat itu, Young Chul berpura-pura menderita epilepsi dan berusaha melarikan diri setelah dirawat di rumah sakit. 

Hal tersebut tidak hanya dilakukan sekali, Young Chul juga dilaporkan berpura-pura menderita epilepsi selama penangkapannya pada Juli 2004 dan berhasil melarikan diri sebentar sebelum ditangkap lagi 12 jam kemudian. 

Pada penangkapannya di tahun 2002, diantara barang-barang yang ditemukan polisi di kediamannya adalah berbagai DVD film Korea, termasuk Public Enemy (Gonggongui jeog), dimana film tersebut memperlihatkan seorang detektif melacak seorang bankir yang membunuh orang tuanya. 

Menurut laporan Harian Korea JoongAng Juli 2004, pihak berwenang juga telah menemukan kumpulan cerita dan artikel tentang senjata api.

Pembunuhan Berantai Yoo Young-chul

Pada saat penangkapannya tahun 2004, Young Chul mengaku telah membunuh 26 orang. Di waktu yang sama, jaksa di Seoul juga mengungkapkan bahwa Young Chul mengakui dirinya telah memakan beberapa organ dalam korbannya untuk "membersihkan jiwanya". 

Pernyataan tersebut diperkuat oleh apa yang disampaikan Divisi Ketiga Kantor Kejaksaan Umum Distrik Seoul. 

"Young Chul bersaksi bahwa untuk membersihkan jiwanya, dia memakan beberapa organ dalam dari tubuh empat korbannya. Namun, kami belum mengamankan bukti tentang hal ini," jelasnya menurut laporan Chosun Ilbo pada Agustus 2004. 

Jaksa tersebut juga menuturkan bahwa sulit untuk memercayai pernyataan Young Chul karena sifat pembunuh beranrai yang cenderung melebih-lebihkan. 

"Young Chul mengira jika dia tidak ditangkap, dia akan membunuh 100 korban lagi. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda refleksi tentang sifat pembunuhan berantainya," imbuhnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film Netflix

Sumber : newsweek.com

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top