Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakal Turun, Ini Perbandingan Harga PCR di Indonesia dan Beberapa Negara di Dunia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa rencana Presiden Joko Widodo untuk mematok tarif tertinggi tes PCR seharga Rp300 ribu masuk akal.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  17:06 WIB
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4 - 2020). Foto: Istimewa
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4 - 2020). Foto: Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan harga tertinggi PCR di Indonesia yaitu sebesar Rp900.000.

Rencananya, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penetapan harga PCR menjadi Rp300.000.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa rencana Presiden Joko Widodo untuk mematok tarif tertinggi tes PCR seharga Rp300 ribu masuk akal.

Diketahui, Jokowi memerintahkan kepada jajaran kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu. Dante menyebut rekomendasi Jokowi memberikan target untuk menurunkan harga PCR menjadi Rp300 ribu bukan tanpa dasar. Menurut dia, Jokowi sudah menghitung dan mendapatkan informasi tentang harga reagen, harga pemeriksaan dan kapasitas yang bisa dilakukan untuk melakukan tes PCR.

Beberapa negara memiliki aturan yang mewajibkan pengunjung untuk melakukan tes Covid-19 saat tiba di wilayah mereka, setidaknya untuk beberapa negara. Ini merupakan upaya yang dilakukan beberapa negara untuk menekan angka penyebaran virus corona.
 
Lalu, berapa harga PCR di negara-negara lain? Berikut Bisnis.com rangkum dari berbagai sumber untuk Anda.

Jika ketentuan harga PCR ditetapkan turun menjadi Rp300.000, ada setidaknya 4 negara yang mematok harga di bawah Rp500.000 berikut ini :

1. India

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal melalui akun Twitternya pada 4 Agustus lalu mengumumkan bahwa pemerintah kota New Delhi  menetapkan harga PCR menjadi Rs500 atau sekitar Rp94.287.

Sementara itu untuk rapid antigen, India menetapkan harga di angka Rs. 300 atau sekitar Rp 56.571.

2. Yunani dan Italia

Di Yunani, tidak hanya tes gratis yang dapat dilakukan di rumah sakit umum atau di pusat pemeriksaan, tetapi juga sangat murah untuk dilakukan di kantor dokter swasta.
 
Seseorang dapat dites untuk Covid-19 di kantor dokter swasta di mana saja di Yunani seharga €20 hingga €30 (sekitar Rp328.785 hingga Rp493.178) dan akan menerima hasilnya dalam waktu 20 menit untuk tes antigen dan hingga 24 jam untuk tes PCR.
 
Kasusnya sama untuk Italia, di mana seseorang dapat diuji seharga €20 hingga €30 di apotek, klinik swasta, dan laboratorium analisis medis.

Sedangkan berikut ini adalah negara yang mematok harga di atas Rp500.000

1. Singapura

Semua pengunjung diwajibkan untuk mengikuti tes PCR  Covid-19 setibanya di Singapura. Setiap tes dikenakan harga S$160 sekitar Rp 1,6 juta (sudah termasuk pajak), menurut situs safetravel.ica.gov.sg.

2. Malaysia

Pemerintah Malaysia telah menetapkan biaya maksimal tes Covid-19 berdasarkan Emergency Ordinance 2021 pada 17 Mei 2021 khusus untuk laboratorium swasta dengan harga sebagai berikut; tes polymerase chain reaction (RT-PCR) seharga RM150 (sekitar Rp 512.202), tes RTK-Antigen pada RM60 (sekitar Rp 204.880) dan tes RTK-Antibody seharga RM50 (sekitar Rp 170.000) di Semenanjung Malaysia.
 
Harga tertinggi untuk tes RT-PCR di Sabah dan Sarawak adalah RM200 (sekitar Rp 682.888), tes RTK-Antigen (RM80 atau sekitar Rp 273.155) dan tes RTK-Antibody (RM70 atau sekitar Rp 239.010), menurut laporan The Star.

3. Jerman

Jerman mungkin salah satu negara paling mahal di Eropa dalam hal pengujian pada saat kedatangan untuk pelancong yang tunduk pada persyaratan seperti itu, karena satu tes mungkin berharga antara €128 (sekitar Rp2,1 juta) dan €150 (sekitar Rp2,4 juta).
 
Namun, melansir schengenvisainfo.com, Selasa (26/10/2021) warga negara Jerman yang kembali dapat diuji secara gratis oleh profesional kesehatan di seluruh Jerman, meskipun hanya sekali seminggu.

4. Belgia

Di Belgia, pelancong asing harus membayar hingga €50 (sekitar Rp 821.720)untuk satu tes PCR, dan hasilnya akan keluar antara 24 atau 36 jam meskipun terkadang membutuhkan waktu hingga 48 jam. Dalam kasus yang sangat luar biasa, hasil tes Covid-19 mungkin membutuhkan waktu 72 jam untuk keluar.
 
Namun, mereka yang tidak punya waktu untuk menunggu dapat mengikuti tes cepat yang mungkin menelan biaya hingga €120 atau sekitar Rp1,9 juta.

5. Spanyol

Melakukan tes di Spanyol akan dikenakan biaya antara €40 atau sekitar Rp657.314 (tes antigen) dan €100 atau sekitar Rp1,6 juta (PCR). Tes dapat dilakukan di salah satu pusat pemeriksaan rumah sakit umum atau di klinik swasta, dan hasilnya akan keluar dalam beberapa jam. Untuk warga negara Spanyol, tes Covid-19 tidak dipungut biaya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibu kota negara PCR
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top