Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teh dan Kopi Bisa Kurangi Risiko Stroke dan Demensia, Ini Penjelasannya!

Penelitian terbaru mengungkapkan teh dan kopi ternyata bisa kurangi risiko penyakit stroke dan demensia. Simak penjelasannya!
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 17 November 2021  |  17:06 WIB
Teh dan Kopi Bisa Kurangi Risiko Stroke dan Demensia, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi seorang barista menunjukkan kopi buatannya - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penikmat minuman berkafein mungkin cukup senang ketika membaca tulisan ini. Lebih dari sekedar menghilangkan kantuk, teh dan kopi ternyata bisa mengurangi risiko terkena stroke dan demensia. Simak penjelasannya!

Penelitian terbaru menunjukkan adanya kaitan konsumsi teh dan kopi terhadap penurunan risiko stroke dan demensia. Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia mengidap demensia. Penyakit ini berada di posisi ketujuh penyebab kematian secara global.

Demensia sendiri merupakan kondisi di mana terjadi penurunan kognitif dan biasanya diderita oleh orang yang sudah berumur. Alzheimer menjadi salah satu jenis dari demensia.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), stroke masuk ke dalam 10 besar penyebab kematian. Sementara itu, melansir dari InfODATIN Kemenkes, stroke merupakan salah satu penyakit dengan biaya tertinggi. Di Indonesia saja, biaya pelayanan kesehatan untuk stroke pada 2018 mencapai Rp2,56 triliun.

Mengingat tingginya prevelansi demensia dan stroke, para ilmuwan tertarik dalam meneliti faktor gaya hidup mana yang memengaruhi risiko tersebut.

Konsumsi teh dan kopi merupakan salah satu faktor gaya hidup tersebut. Banyak orang di seluruh dunia secara teratur minum teh atau kopi. Hal tersebut berarti bahwa efek potensial yang kecil sekalipun dapat menjadi signifikan pada tingkat populasi.

Para peneliti tersebut akhirnya mengambil data dari Biobank Inggris. Info tersebut berisi database informasi medis dan genetik terperinci dari 500.000 orang di Inggris.

"Mereka menggunakan data dari 365.682 peserta ini, yang direkrut antara 2006 dan 2010. Para peneliti melacak catatan medis mereka hingga 2020," tulis Medical News Today, Rabu (17/11/2021).

Ketika peserta mengikuti penelitian, mereka melaporkan sendiri jumlah teh atau kopi yang mereka konsumsi per hari. Para peneliti kemudian melihat berapa banyak peserta yang mengalami stroke atau demensia yang berkembang selama masa studi.

Peneliti juga memperhitungkan beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi demensia atau risiko stroke. Hal tersebut termasuk jenis kelamin, usia, etnis, tingkat kualifikasi pendidikan, pendapatan, indeks massa tubuh, status merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, pola diet, biomarker tertentu, riwayat kanker, diabetes, penyakit arteri kardiovaskular, dan hipertensi.

Secara keseluruhan, peserta yang minum 2-3 cangkir teh dan 2-3 cangkir kopi per hari 32 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stroke. Sementara itu, 28% lebih kecil kemungkinannya untuk terkena demensia bila dibandingkan dengan peserta yang tidak minum teh atau kopi.

Melalui jurnal PLOS Medicine, para peneliti tidak secara langsung menunjukkan bahwa teh dan kopi menyebabkan penurunan risiko tersebut. Hasil studi ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk mencari tahu hal apa yang menyebabkan teh dan kopi dapat menurunkan risiko stroke dan demensia.

Meskipun sudah ada studi awal, tetap jaga asupan kafein untuk menghindarkan diri dari risiko penyakit jantung. Nah, sudahkah Anda menyeruput teh atau kopi hari ini?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi stroke teh Demensia Gejala Penyakit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top