Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prof Faheem Younus : Penyebaran Omicron Tidak Akan Semasif Covid Varian Delta

Pakar penyakit infeksi menular AS Faheem Younus mengatakan tidak perlu terlalu khawatir dengan kabar penyebaran omicron yang disebut sangat cepat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 November 2021  |  13:03 WIB
Dokter asal University of Maryland Amerika Serikat, Faheem Younus / Istimewa
Dokter asal University of Maryland Amerika Serikat, Faheem Younus / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, seluruh negara tengah waspada akan penyebaran varian baru covid-19 B.1.1.529 yang kemudian disebut Omicron.

Varian baru yang menjadi perhatian ini, dikhawatirkan menjadi mutasi terburuk yang pernah mereka lihat. Meskipun kasus akibat mutasi ini masih terkonsentrasi di Afrika Selatan, kemungkinan penyebaran ke belahan dunia lain tetap ada.

Di Indonesia sendiri, telah ditemukan 1 kasus yang diduga berada di Bali.

Namun, pakar penyakit infeksi menular AS Faheem Younus mengatakan tidak perlu terlalu khawatir dengan kabar penyebaran omicron yang disebut sangat cepat.

Dia membandingkan data dari http://covariants.org yang mencatat bahwa penularan dan penyebaran virus covid omicron tidak lebih cepat daripada virus delta yang pernah merebak di dunia.

"Frekuensi global varian delta vs. omicron saat ini. Karena banyak faktor, saya percaya omicron tidak akan menyebar seperti halnya virus delta, dan itu akan menjadi kabar baik," tulisnya di akun twitternya.

Dalam data tersebut ditampilkan jika kasus covid-19 pada varian delta terus mengalami tren kenaikan ketika muncul. Sedangkan varian Omicron tidak.

Variant Omicron tampaknya telah muncul pada November 2021, kemungkinan di Afrika Selatan. Urutan awal sebagian besar berasal dari Afrika Selatan, meskipun juga terdeteksi di Botswana dan Hong Kong.

Omicron menjadi perhatian karena banyaknya mutasi yang dimilikinya pada gen Spike. Banyak dari varian ini berada dalam domain pengikatan reseptor dan domain terminal-N, dan dengan demikian dapat memainkan peran kunci dalam pengikatan ACE2 dan pengenalan antibodi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top