Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Tidak Rekomendasikan Plasma Konvalesen untuk Obati Covid-19, Ini Alasannya

Beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  16:02 WIB
Donor plasma konvalesen - KEMENTERIAN BUMN
Donor plasma konvalesen - KEMENTERIAN BUMN

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia pada Senin (6 Desember) menyarankan agar tidak menggunakan plasma darah pasien yang telah pulih dari Covid-19 untuk mengobati mereka yang sakit.

Alasannya, karena bukti saat ini menunjukkan hal itu tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan untuk ventilator.

Hipotesis penggunaan plasma adalah antibodi yang dikandungnya dapat menetralisir virus corona, menghentikannya bereplikasi, dan menghentikan kerusakan jaringan.

Beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah. Demikian dilansir dari Strait Times.

Sebuah uji coba yang berbasis di Amerika Serikat dihentikan pada Maret setelah ditemukan bahwa plasma tidak mungkin membantu pasien Covid-19 dengan penyakit ringan hingga sedang.

Metode ini juga mahal dan memakan waktu untuk dilakukan, kata WHO dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Sebuah panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien dengan penyakit tidak parah, kata WHO.

Para ahli juga menyarankan untuk tidak menggunakannya pada pasien dengan penyakit parah dan kritis, kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.

Rekomendasi yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), didasarkan pada bukti dari 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien dengan infeksi Covid-19 non-parah, parah, dan kritis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who plasma konvalesen
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top