Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta-fakta IHU, yang Disebut Varian Baru Covid-19

Para peneliti di IHU mengatakan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi tentang fitur virologis, epidemiologis, atau klinis varian IHU berdasarkan 12 kasus. Makalah penelitian yang diterbitkan tentang ini di server medRxiv belum ditinjau oleh rekan sejawat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  07:58 WIB
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Saat dunia tengah khawatir diterpa gelombang baru covid dengan munculnya varian omicron, muncul lagi IHU yang disebut sebagai varian baru COVID-19 di Prancis.

Hingga saat ini, hampir 12 kasus varian IHU telah terdaftar di dekat Marseilles dan telah dikaitkan dengan Kamerun Afrika di mana Omicron juga ditemukan.

Apa itu IHU COVID-19?

Menurut laporan, pengurutan genetik varian IHU menunjukkan 46 mutasi dan 37 penghapusan, yang lebih banyak daripada varian Omicron dan sebagian besar memengaruhi protein lonjakan.

Ini adalah varian lain dari virus corona yang menginduksi COVID-19. Varian ini disebut memiliki 46 mutasi dan 37 penghapusan yang menghasilkan 30 substitusi asam amino dan 12 penghapusan. Empat belas substitusi asam amino, termasuk N501Y dan E484K, dan 9 delesi terletak di protein spike.

"Pola genotipe ini menyebabkan terciptanya garis keturunan Trenggiling baru bernama B.1.640.2, yang merupakan kelompok saudara filogenetik dari garis keturunan B.1.640 lama yang berganti nama menjadi B.1.640.1. Kedua garis keturunan berbeda dengan 25 substitusi nukleotida dan 33 penghapusan. set mutasi dan posisi filogenetik genom yang diperoleh di sini menunjukkan berdasarkan definisi kami sebelumnya varian baru yang kami beri nama "IHU", kata studi penelitian yang dilakukan oleh tim tersebut. Makalah penelitian belum ditinjau oleh rekan sejawat dilansir dari Times of India.

Varian baru diberi nama IHU mengacu pada institut tempat para peneliti berada.

Kapan dan dimana pertama terdeteksi

Kasus pertama IHU terdeteksi di Prancis pada pertengahan November 2021, yang berarti terdeteksi sebelum kasus pertama Omicron. Pasien adalah seorang pria yang telah kembali ke Prancis dari Afrika dan mengalami gejala, termasuk masalah pernapasan. Dia segera dinyatakan positif COVID-19.

Para peneliti di IHU Mediterranee Infection, yang pertama kali melaporkan varian ini, telah mengaitkannya dengan Kamerun di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa varian ini pertama kali diidentifikasi di Prancis pada November pada 12 orang di Pegunungan Alpen selatan di Afrika Selatan. Pasien pertama adalah orang dewasa yang divaksinasi yang telah kembali ke Prancis dari perjalanan ke Kamerun, di Afrika tengah.

Apakah varian IHU COVID-19 lebih menular?

Selain Prancis, hingga saat ini belum ada negara lain yang mendeteksi kasus IHU. Saat ini, tidak jelas apakah strain IHU lebih kuat atau lebih menular daripada strain lain yang diketahui, termasuk Omicron.

Itulah sebabnya B.1.640.2 belum ditandai sebagai varian kekhawatiran, varian minat, atau varian yang sedang diselidiki oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Sesuai data yang dibagikan oleh para peneliti, total 12 kasus yang terinfeksi varian IHU telah mengemuka. “Untuk dua belas pasien positif SARS-CoV yang tinggal di wilayah geografis yang sama di tenggara Prancis, pengujian qPCR yang menyaring mutasi terkait varian menunjukkan kombinasi atipikal. Kasus indeks kembali dari perjalanan di Kamerun, ”kata studi penelitian.

Para peneliti belum berspekulasi tentang agresivitas varian ini. Mengenai tingkat penularan virus ini, WHO mengatakan varian IHU tidak terlalu menjadi ancaman sejak diidentifikasi pada November lalu. Itu ditemukan sekitar waktu yang sama ketika omicron ditemukan, tetapi varian terakhir telah melakukan perjalanan secara global dan saat ini merupakan penularan serius tidak seperti varian IHU. Varian "telah ada di radar kami," kata Abdi Mahamud, manajer insiden WHO untuk COVID.

Para peneliti di IHU mengatakan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi tentang fitur virologis, epidemiologis, atau klinis varian IHU berdasarkan 12 kasus. Makalah penelitian yang diterbitkan tentang ini di server medRxiv belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top