Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dilakukan Anang Hermansyah, Apa Itu Transplantasi Rambut: Bahaya, Efek, Manfaat?

Berikut pengertian, manfaat, dan efek samping dilakukannya transplantasi rambut yang banyak dilakukan oleh artis untuk memperbaiki keadaan rambut.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  10:19 WIB
Tangkapan layar foto Anang Hermansyah setelah melakukan transplantasi rambut - Instagram/ananghijau.
Tangkapan layar foto Anang Hermansyah setelah melakukan transplantasi rambut - Instagram/ananghijau.

Bisnis.com, SOLO - Anang Hermansyah membagikan foto penampilan terbarunya setelah melakukan transplantasi rambut di Turki.

Melalui akun Instagramnya, ia menunjukkan bahwa rambutnya kini botak.

"keren juga ya botak .... hehehehehe yg mau tau aku abis bikin rambut di @now.hairtime baru kali ini aku berani botak karena istriku... botak waktu baby dan sekarang," tulisnya pada Rabu (5/1/2022).

Foto tersebut merupakan hasil akhir dari transplantasi rambut yang dilakukan oleh Anang.

Sang istri, Ashanty, mengaku takut melihat proses transplantasi yang dilakukan oleh Anang.

Namun setelah melihat hasilnya, ia mengatakan bahwa Anang terlihat sangat keren.

"Aku ngeliatnya takuttt pas dikerjain, tapi hasilnya kecehhh, hebat km berani sayang," tulis Ashanti di kolom komentar Anang.

Tak hanya Anang, Kevin Aprilio juga pernah melakukan transplantasi rambut.

Banyak dilakukan artis, apa itu transplantasi rambut dan efek yang diberikan?

Transplantasi rambut disebut juga sebagai cangkok atau tanam rambut. Proses penanaman rambut yang dilakukan di kulit kepala tersebut bisa dilakukan dengan tiga cara, yakni:

1. Follicular Unit Strip Surgery (FUSS)

Metode cangkok rambut dengan menyayat kulit pasien yang mengalami kebotakan.

2. Follicular Unit Extraction (FUE)

Metode ini yakni mengumpulkan folikel rambut yang terdiri dari satu sampai empat rambut yang masih sehat untuk proses transplantasi di bagian yang mengalami masalah.

3. Direct Hair Implantation (DHI)

Metode DHI ini adalah metode baru yang mirip dengan FUE, namun menggunakan alat mirip seperti bolpoin untuk menanamkan rambut.

Namun sebelum melakukan transplantasi rambut, metode yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala pasien.

Selain itu, kapan melakukan transplantasi rambut juga menjadi pertimbangan yang penting.

Seorang ahli bedah asal Texas, Dr. Abraham Armani mengatakan bahwa transplantasi rambut sebaiknya dilakukan di atas usia 20-an.

“Masalah sering muncul ketika transplantasi rambut dilakukan sebelum seorang pria sepenuhnya selesai kehilangan semua rambutnya, menjadikan prosedur tersebut berisiko bagi pria yang lebih muda yang mungkin terus kehilangan rambut selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Namun hal tersebut tentunya harus dikonsultasikan kepada dokter untuk lebih mengetahui perawatan yang diperlukan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Transplantasi rambut
Editor : Restu Wahyuning Asih

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top