Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertolongan Pertama pada Orang yang Kesetrum Listrik

Pertolongan pertama orang kesetrum listrik adalah pastikan kondisi korban aman (tidak terhubung dengan aliran listrik, bila perlu matikan aliran listrik).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  08:30 WIB
Listrik
Listrik

Bisnis.com, JAKARTA - Tersengat atau kesetrum listrik adalah kondisi berbahaya yang darurat memerlukan pertolongan.

Jika tidak segera diberikan pertolongan, orang yang tersengat listrik bisa berakibat fatal hingga meninggal dunia.

Tapi, masih banyak orang awam yang kurang paham bagaimana cara memberikan pertolongan pada orang yang tersetrum listrik.

Mengutip akun twitter @blogdokter, pertolongan pertama orang kesetrum listrik adalah pastikan kondisi korban aman (tidak terhubung dengan aliran listrik, bila perlu matikan aliran listrik).

Kemudian, bila korban sadar, segera bawa ke IGD, bila tidak sadar, telp ambulans.

Sambil menunggu ambulan tiba, Anda juga bisa melakukan pertolongan lainnya.

Bila korban masih bernafas, pastikan jalan nafas tetap lapang. seperti bersihkan kotoran yang menutupi hidung, posisikan korban agar nyaman bernafas. Bila korban tidak bernafas atau mengalami henti jantung, lakukan RJP sambil menunggu ambulans.

Melansir mayo clinic, bahaya dari sengatan listrik tergantung pada jenis arus, seberapa tinggi tegangannya, bagaimana arus mengalir melalui tubuh, kesehatan seseorang secara keseluruhan dan seberapa cepat orang tersebut dirawat.

Sengatan listrik dapat menyebabkan luka bakar, atau tidak meninggalkan bekas yang terlihat pada kulit. Dalam kedua kasus, arus listrik yang melewati tubuh dapat menyebabkan kerusakan internal, henti jantung, atau cedera lainnya. Dalam keadaan tertentu, bahkan sejumlah kecil listrik bisa berakibat fatal.

Lembaga kesehatan itu juga menegaskan, seseorang yang terluka karena kontak dengan listrik harus diperiksa oleh dokter.

Adapun hal-hal yang harus dihindari adalah sebagai berikut :

1. Jangan menyentuh orang yang terluka jika dia masih berhubungan dengan arus listrik.
2. Hubungi nomor darurat lokal Anda jika sumber luka bakar adalah kabel tegangan tinggi atau petir. Jangan mendekati kabel tegangan tinggi sampai listrik dimatikan. Saluran listrik overhead biasanya tidak diisolasi. Jauhkan setidaknya 20 kaki (sekitar 6 meter) - lebih jauh jika kabel melompat dan memicu.
3. Jangan pindahkan orang yang tersengat listrik kecuali dia berada dalam bahaya langsung.

Hubungi nomor darurat lokal Anda jika orang yang terluka mengalami:

1. Luka bakar parah
2. Kebingungan
3. Sulit bernafas
4. Masalah irama jantung (aritmia)
5. Gagal jantung
6. Nyeri otot dan kontraksi
7. Kejang
8. Hilang kesadaran

Lakukan tindakan ini segera sambil menunggu bantuan medis:

1. Matikan sumber listrik, jika memungkinkan. Jika tidak, jauhkan sumbernya dari Anda dan orang tersebut, menggunakan benda kering nonkonduktor yang terbuat dari karton, plastik, atau kayu.

2. Mulailah CPR jika orang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sirkulasi, seperti bernapas, batuk, atau bergerak.

3. Cobalah untuk mencegah orang yang terluka menjadi kedinginan.

4. Oleskan perban. Tutupi area yang terbakar dengan perban kasa steril, jika tersedia, atau kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk, karena serat yang longgar dapat menempel pada luka bakar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik anak tewas tersetrum
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top