Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Vaksin Booster Covid-19 Aman Bagi Ibu Hamil?

Vaksin booster Covid-19 bekerja dengan baik dalam jangka panjang dalam mencegah infeksi yang lebih parah.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  22:34 WIB
Apakah Vaksin Booster Covid-19 Aman Bagi Ibu Hamil?
Ibu hamil yang sedang menanti mendapatkan vaksin booster Covid-19. - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mendapat suntikan vaksin dan booster menjadi suatu kekhawatiran, apakah aman bagi ibu hamil dan bayi? Jangan bingung moms, mendapatkan booster Covid-19 sama juga menjaga bayi dalam kandungan dari infeksi virus. 

Jadi, kapan wanita hamil atau sedang program hamil harus menerima suntikan booster Covid-19? Menurut Brian Brimmage, dokter obgyn di Rumah Sakit UNC Rex Amerika Serikat, harus sesegera mungkin. Hal yang terpenting adalah Anda lolos skrining kesehatan dan telah berkonsultasi. 

Risiko bagi Ibu Hamil

Wanita hamil memiliki peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19. Mereka yang tertular virus selama kehamilan juga menghadapi risiko kelahiran prematur dan kematian saat lahir yang lebih tinggi. 

Vaksinasi wanita hamil telah terlambat karena kekhawatiran beberapa ibu tentang menerima vaksin. Sejauh ini, menurut UNC Health Talk, tidak ada bukti bahwa vaksin menyebabkan bahaya pada ibu atau bayi. Itu sebabnya CDC dan kelompok terkemuka untuk dokter kandungan dan ginekolog merekomendasikan vaksin untuk ibu hamil.

“Tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin atau booster menyebabkan keguguran, lahir mati atau segala jenis infertilitas,” kata Dr. Brimmage. 

Membangun Antibodi Covid-19 untuk Ibu dan Bayi

Bukti menunjukkan bahwa vaksin bekerja dengan baik dalam jangka panjang dalam mencegah penyakit parah. Secara bertahap, efek vaksin akan melemah setelah beberapa bulan. 

Vaksin mendorong sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus corona yang dapat beraksi ketika Anda menghadapi virus tersebut. Wanita hamil yang divaksinasi membuat antibodi yang melewati plasenta, memasuki aliran darah bayi dan memberikan perlindungan kepada bayi setelah lahir. Itu sebabnya, misalnya, wanita hamil menerima vaksin Tdap, biasanya di awal trimester ketiga, untuk kemudian melindungi bayi baru lahir mereka yang rentan dari batuk rejan.

Vaksin itu diberikan di akhir kehamilan untuk memaksimalkan produksi antibodi, karena itu sepenuhnya untuk kepentingan bayi, kata Dr. Brimmage. Batuk rejan pada orang dewasa cenderung ringan, dan sebagian besar wanita telah divaksinasi saat masih anak-anak.

Apa yang diketahui dengan pasti adalah bahwa infeksi pada titik mana pun dalam kehamilan dapat berbahaya bagi ibu dan kemungkinan bayi, itulah sebabnya Dr. Brimmage merekomendasikan vaksinasi dan suntikan booster sesegera mungkin.

Tidak Ada Hubungan Antara Vaksin dan Infertilitas

Bagi Anda yang dalam program hamil, tidak perlu khawatir dengan efek booster. Booster Covid-19 tidak menyebabkan infertilitas. 

Lantas, bagaimana jika ada Ibu yang ingin mendapatkan booster nanti setelah dirinya hamil dengan harapan dapat menularkan antibodi ke bayi Anda? Menurut Dr. Brimmage, itu bukan hal terbaik. Dapatkan vaksin atau booster segera mungkin. Mengingat ancaman tertular Covid-19 dengan berbagai varian masih tinggi. 

Moms, jangan khawatir, konsultasikan kepada dokter kandungan jika akan melakukan vaksin maupun booster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin ibu hamil Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top